Thursday, January 15, 2026
HomeIbu dan AnakCiri-Ciri Stres pada Remaja yang Sering Dianggap ‘Wajar’ Padahal Tidak

Ciri-Ciri Stres pada Remaja yang Sering Dianggap ‘Wajar’ Padahal Tidak

MEDIAAKU.COM- Masa remaja disebut oleh ahli sebagai masa “badai dan stres” karena banyak perubahan besar seperti fisik, emosional, sosial, dan psikologis  yang dialami remaja dalam periode transisi ini.

Menurut teori perkembangan dari ahli seperti G. Stanley Hall dan Elizabeth Hurlock, masa remaja adalah fase transisi penuh perubahan fisik, pikiran, dan perasaan dari anak-anak menuju dewasa. Perubahan cepat ini bisa membuat remaja kebingungan, merasa kehilangan arah, atau sulit menyesuaikan diri

Beberapa tanda umum bahwa seorang remaja mungkin sedang mengalami stres antara lain:

1.Perubahan fisik

Remaja bisa sering mengeluh sakit kepala, sakit perut, badan terasa lelah, sulit tidur atau justru ingin tidur terus, kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan.

2 Perubahan emosional dan suasana hati

Mood yang berubah-ubah secara ekstrem  mudah marah, gampang tersinggung, cemas berlebihan, sedih berkepanjangan, atau sering merasa lelah secara emosional.

3.Perubahan perilaku sosial

Remaja yang biasanya aktif bisa tiba-tiba menarik diri, lebih sering menyendiri, tidak mau berinteraksi dengan teman atau keluarga, kehilangan minat pada kegiatan yang dulu mereka nikmati.

4.Kesulitan konsentrasi dan penurunan prestasi

Stres bisa membuat remaja sulit fokus, nilai sekolah menurun, sulit mengerjakan tugas, atau malas belajar.

5.Perasaan negatif pada diri sendiri

Merasa tidak berharga, tidak ada yang peduli, sering berpikiran pesimis atau seolah-olah hidup sulit. Kalau dibiarkan, bisa berkembang menjadi depresi.

Menurut penelitian terkait stress pada remaja, faktor seperti tuntutan akademik, rasa rendah diri, gangguan tidur, dan kurangnya dukungan sosial sering berperan besar dalam munculnya stres pada remaja.

Karena itu, stres pada remaja seringkali tidak muncul dari satu penyebab saja, melainkan akumulasi banyak tekanan dalam aspek kehidupan mereka.Memahami ciri-ciri stres pada remaja bukan berarti langsung memberi label “bermasalah”, tetapi sebagai bentuk kewaspadaan dan empati.

Bila tanda-tanda stres muncul dan terus berlanjut, remaja membutuhkan dukungan baik dari keluarga, teman, atau orang dewasa di sekitarnya.Deteksi dini penting karena stres yang tidak tertangani bisa berkembang menjadi gangguan mental lebih serius seperti depresi, kecemasan, atau masalah kesehatan fisik.

Sebagai teman, saudara, orang tua, atau pendidik memiliki tanggung jawab untuk memberi rasa aman, pengertian, dan kesempatan bagi mereka untuk berbagi. Stres bukan aib. Itu adalah sinyal bahwa seseorang butuh dukungan. Dengan empati dan perhatian, kita bisa membantu remaja melewati masa transisi mereka dengan sehat dan kuat.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular