MEDIAAKU.COM – Anak adalah fase kehidupan yang luar biasa, penuh tenaga dan keaktifan.Pada rentang usia dini, yang menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia mencakup anak sejak lahir hingga enam tahun, pertumbuhan dan perkembangan berlangsung sangat cepat serta tidak tergantikan pada masa berikutnya.
Para ahli pendidikan menyebut fase ini sebagai masa keemasan (golden age) karena kemampuan anak untuk menerima rangsangan dari lingkungan sangat tinggi dan ini berdampak besar pada pertumbuhan fisik, sosial, emosional, dan kognitif mereka.
Dalam buku “Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini” oleh Novan Ardy Wiyani, dijelaskan bahwa sekitar separuh kemampuan kecerdasan anak dewasa terbentuk ketika anak berusia sekitar empat tahun, dan perkembangan tersebut semakin bertambah hingga usia delapan tahun.
Ini menunjukkan betapa pentingnya energi anak digunakan untuk mengeksplorasi dan belajar pada rentang usia ini. Stimulasi yang tepat membantu anak mengembangkan potensi fisik seperti gerak motorik, kemampuan bahasa, hingga keterampilan sosial yang akan menjadi dasar bagi perkembangan kehidupan selanjutnya.
Anak pada periode ini sering digambarkan sebagai “tabung energi”. Mereka memiliki kebutuhan tinggi untuk bergerak, bermain, bertanya, dan memahami lingkungan melalui pengalaman langsung.
Pertanyaan sederhana yang diajukan anak, permainan aktif, serta perilaku eksploratif bukan sekadar bentuk “kebisingan” semata, tetapi manifestasi dari energi perkembangan yang mendorong otak dan tubuh mereka tumbuh serta belajar.Perilaku aktif itu mencerminkan energi fisik, kognitif, dan emosional yang saling terkait dalam proses pembelajaran alami anak.
Menurut ahli perkembangan anak, proses belajar anak tidak hanya terjadi di ruang kelas tetapi terjadi kapan pun mereka berinteraksi dengan orang tua, teman, dan lingkungan sekitar. Aktivitas bermain sangat penting karena merupakan media anak menyalurkan energi sekaligus belajar konsep baru, seperti berhitung, berbagi, serta memecahkan masalah.
Energi anak yang melimpah jika difokuskan pada kegiatan positif akan membantu mereka membangun dasar yang kuat untuk masa depan. Orang tua dan pendidik memiliki peran besar dalam menyediakan lingkungan yang aman, stimulatif, dan penuh kasih sayang sehingga anak bisa belajar dengan optimal.
Dengan memberi kesempatan anak untuk bergerak bebas, berinteraksi, dan mengeksplorasi sesuai usia adalah salah satu cara menghormati ritme alami perkembangan mereka.(*/janu)

