MEDIAAKU.COM – Lei Hawaiʻi adalah rangkaian bunga, daun, cangkang, atau biji-bijian yang menjadi simbol penting dalam budaya masyarakat Hawaiʻi.Sejarah lei tidak bisa dipisahkan dari kehidupan spiritual dan sosial penduduk asli Hawaiʻi sejak masa kuno.
Menurut sejarawan Hawaiʻi Samuel Kamakau dalam bukunya “Ruling Chiefs of Hawaii”, tradisi menghias tubuh dengan tanaman sudah ada jauh sebelum kedatangan bangsa Barat.Lei bukan sekadar hiasan, melainkan bagian dari ritual keagamaan, penanda status sosial, dan sarana menyampaikan rasa hormat.
Ahli antropologi Peter Buck, yang juga dikenal sebagai Te Rangi Hīroa, menjelaskan dalam bukunya “Arts and Crafts of Hawaii” bahwa lei awal dibuat dari bahan alam yang mudah ditemukan, seperti daun ti, bunga plumeria, dan biji kukui.
Proses pembuatannya dilakukan dengan penuh perhatian karena diyakini mengandung “mana”, yaitu kekuatan spiritual.Lei sering digunakan dalam upacara adat, penyambutan tamu penting, serta diberikan kepada para aliʻi atau bangsawan sebagai tanda kesetiaan.
Adrienne L. Kaeppler, seorang ahli seni dan budaya Pasifik, menekankan bahwa lei juga berfungsi sebagai media komunikasi nonverbal. Dalam beberapa tulisannya tentang seni Hawaiʻi, ia menyebutkan bahwa jenis bahan dan cara pemakaian lei dapat menyampaikan pesan tertentu, seperti cinta, perdamaian, duka, atau penghormatan.Oleh karena itu, pemberian lei tidak dilakukan sembarangan, melainkan disesuaikan dengan konteks dan hubungan sosial.
Perubahan besar terjadi setelah kedatangan bangsa Eropa pada abad ke-18. Menurut Mary Kawena Pukui dalam buku “Nānā i ke Kumu”, interaksi dengan budaya Barat membuat fungsi lei berkembang.Lei mulai digunakan dalam acara kelulusan, pernikahan, dan kegiatan pariwisata. Meskipun mengalami komersialisasi, masyarakat Hawaiʻi tetap berusaha menjaga makna asli lei sebagai simbol aloha, yaitu kasih sayang, kepedulian, dan rasa saling menghormati.
Lei mengajarkan bahwa penting bagi kita menjaga tradisi dan makna budaya di tengah perubahan zaman.Dengan menghargai budaya generasi muda dapat belajar untuk menghormati warisan leluhur, hidup selaras dengan alam, dan membangun hubungan sosial yang penuh rasa hormat dan ketulusan.(*/janu)

