Saturday, January 31, 2026
HomeIbu dan AnakIbu Hamil Rambut Rontok, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Dalam Tubuh?

Ibu Hamil Rambut Rontok, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Dalam Tubuh?

MEDIAAKU.COM – Selama kehamilan, perubahan pada rambut yang dialami banyak wanita tampak membingungkan walaupun rambut kadang tampak lebih lebat, ada pula yang mengalami rambut rontok. Untuk memahami “mengapa ibu hamil rambut rontok”, mari kita bahas secara sederhana dengan dukungan ahli dan penelitian.

Studi klasik oleh Y. L. Lynfield berjudul “Effect of Pregnancy on the Human Hair Cycle” menunjukkan bahwa kehamilan mengubah panjang fase pertumbuhan rambut (anagen) dan fase istirahat/lemak (telogen) sehingga banyak rambut tetap tumbuh lebih lama selama kehamilan lalu setelah itu, ketika hormon mulai kembali normal, terjadi “pembersihan” rambut yang lebih nyata.

Secara biologis, ketika hormon estrogen dan progesteron melonjak selama kehamilan, banyak folikel rambut tertahan di fase pertumbuhan (anagen) lebih lama,akibatnya rambut tampak lebih lebat. 

Namun, setelah bayi lahir atau pada trimester lanjut (tergantung individu), hormon mulai berubah fase telogen meningkat dan banyak rambut yang menunggu untuk rontok akhirnya rontok bersamaan. Kondisi ini disebut “Telogen Effluvium”, yakni rambut yang banyak rontok karena folikel yang masuk fase istirahat dalam jumlah besar secara bersamaan.

Selain perubahan hormon, kekurangan nutrisi tertentu juga turut berperan. Sebuah studi menemukan bahwa wanita hamil yang mengalami rambut rontok sering memiliki kadar serum ferritin (cadangan besi) dan vitamin D3 yang lebih rendah dibanding yang tidak rontok. 

Kekurangan zat besi dapat mengganggu suplai oksigen ke folikel rambut dan menghambat pertumbuhan rambut baru.  Faktor stres, kelelahan, dan perubahan fisik kehamilan juga dapat memperkuat mekanisme rontok rambut pasca persalinan.

Penting untuk memahami bahwa rambut rontok selama atau setelah kehamilan umumnya bersifat sementara. Banyak wanita mengalami peningkatan rontok 2-4 bulan setelah melahirkan, namun sebagian besar kembali ke kondisi normal dalam 6 hingga 12 bulan. 

Secara praktis, ibu hamil dapat membantu mengurangi kekhawatiran dengan menjaga asupan nutrisi seimbang (termasuk zat besi, vitamin D, zinc), menghindari gaya rambut atau perlakuan yang terlalu keras (tarik rambut kuat, alat panas, bahan kimia kuat), serta menjaga kesehatan fisik dan mental agar stres tidak memperparah kondisi.

Ketika Hamil,tubuh seorang ibu sedang menghadapi tugas luar biasa mendukung kehidupan baru dalam rahim dan rambut hanya salah satu “korban sementara” dari perubahan besar tersebut.

Mengalami rambut rontok bukanlah kegagalan atau ketidakwajaran, melainkan sebuah sinyal bahwa tubuh sedang beradaptasi, menyeimbangkan hormon, dan memulihkan diri setelah fase besar.

Oleh karena itu, penting untuk bersikap lembut dan penuh kasih terhadap diri sendiri, memahami bahwa setiap perubahan sekecil apapun pada tubuh kita adalah bagian dari perjalanan mengandung dan menjadi ibu.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular