Thursday, February 26, 2026
HomeTeknologi‎Indonesia Dorong Transformasi Mineral ke Teknologi, Perkuat Kemitraan Strategis dengan India

‎Indonesia Dorong Transformasi Mineral ke Teknologi, Perkuat Kemitraan Strategis dengan India

‎‎MEDIAAKU.COM – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa Indonesia kini tengah menempati posisi penting dalam peta industri teknologi global. Indonesia tidak lagi ingin dikenal semata sebagai penyuplai bahan mentah, melainkan bertransformasi menjadi mitra strategis dalam rantai pasok teknologi bernilai tinggi.

‎Melansir laman Kemkomdigi, Kamis (26/2/2026) Ia menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen keluar dari posisi marjinal dalam rantai nilai industri semikonduktor dan kecerdasan artifisial (AI). Kekayaan mineral nasional dipandang sebagai modal utama untuk membangun fondasi industri teknologi masa depan yang berdaya saing.

‎‎Penegasan tersebut disampaikan Nezar Patria saat memberikan pidato kunci dalam India-Indonesia Critical Mineral Conference yang digelar di Jakarta Selatan. Dalam forum tersebut, ia menekankan bahwa Indonesia tidak hanya berorientasi pada penjualan bahan baku, tetapi juga ingin membangun kerangka kerja pengelolaan mineral kritis berbasis teknologi.

‎Pernyataan itu mencerminkan arah baru kebijakan Indonesia dalam memperkuat kemitraan strategis dengan India, yang dinilai sukses mengembangkan ekosistem teknologinya melalui inisiatif Make in India. Nezar juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kemajuan teknologi India yang ia saksikan langsung dalam AI Impact Summit di India pekan sebelumnya.

‎‎Ia menyoroti transformasi industri yang masif, termasuk langkah Tata Group dalam membangun pusat data berbasis AI serta pengembangan jaringan inovatif yang memungkinkan superkomputer digunakan hingga tingkat desktop.‎Menurutnya, India tidak sekadar mengikuti perkembangan global, tetapi aktif membentuk masa depan teknologi dunia.

‎Sebagai tindak lanjut konkret, Pemerintah Indonesia mengajukan tiga agenda utama kerja sama Indonesia–India. Pertama, pembangunan bersama di Indonesia melalui investasi fasilitas pemrosesan mineral agar dapat menghasilkan material berkualitas elektronik.

‎‎Kedua, penguatan sumber daya manusia melalui alih pengetahuan dan pengembangan talenta insinyur semikonduktor. Ketiga, pembentukan koridor ketahanan rantai pasok dengan mengintegrasikan sumber daya Indonesia dan kapasitas manufaktur India guna menciptakan rantai pasok yang kuat dan efisien.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular