MEDIAAKU.COM – Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno, belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Kuala Lumpur. Dalam agenda tersebut, ia bertemu dengan sejumlah pejabat penting Malaysia, mulai dari Wakil Menteri Luar Negeri, Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri, hingga Direktur Jenderal Majelis Keselamatan Negara, serta pelaku industri semikonduktor setempat.
Melansir laman Kemlu, Kamis (2/4/2026) Kunjungan ini menitikberatkan pada pembahasan isu strategis, mencakup dinamika geopolitik global dan penguatan kerja sama ekonomi bilateral. Fokus utama diarahkan pada sektor semikonduktor, peningkatan perdagangan antarwilayah, persoalan perbatasan maritim, pengembangan Community Learning Center (CLC), serta ketahanan energi kedua negara.
Dalam diskusi terkait dampak situasi Timur Tengah, Wamenlu RI menyoroti keunggulan Indonesia dan Malaysia yang memiliki sumber energi alternatif. Hal ini membuat kedua negara tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara BUMN migas dalam memperluas diversifikasi minyak mentah guna memperkuat bauran energi nasional.
Selain itu, penguatan hubungan dagang antarprovinsi menjadi perhatian penting, terutama di kawasan perbatasan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas ekonomi antara wilayah Sumatera dengan Semenanjung Malaysia, serta Kalimantan dan Sulawesi dengan Sabah dan Sarawak. Pihak Malaysia pun menyambut baik peluang peningkatan aktivitas perdagangan lintas wilayah ini.
Dalam pertemuan dengan industri semikonduktor, kedua negara sepakat untuk memperdalam kerja sama pada segmen pasar khusus, seperti pusat data, sektor otomotif, dan perangkat kesehatan. Indonesia dinilai memiliki keunggulan dalam desain chip, yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kedaulatan data. Kolaborasi ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem semikonduktor regional yang terintegrasi dan kompetitif.
Wamenlu RI menegaskan bahwa kemandirian di sektor semikonduktor menjadi faktor penting bagi kedaulatan nasional. Ia juga menyoroti peran krusial sumber daya manusia, dengan mendorong lebih banyak pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di bidang yang relevan dengan industri tersebut.
Rangkaian kunjungan ini turut dimanfaatkan untuk membahas rencana pertemuan bilateral tingkat tinggi, termasuk Annual Consultation antara pemimpin kedua negara serta Joint Commission for Bilateral Cooperation pada tingkat Menteri Luar Negeri yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026. Kolaborasi ini diharapkan semakin mempererat hubungan strategis Indonesia dan Malaysia di berbagai sektor.(*/Stephany)

