MEDIAAKU.COM – Di tengah upaya dunia mengurangi ketergantungan pada energi fosil, Indonesia mulai mempercepat pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Pemerintah menilai potensi energi bersih di Indonesia sangat besar, mulai dari tenaga surya, panas bumi, hingga biomassa, sehingga perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Melansir laman KemenESDM, Kamis (12/3/2026) Komitmen tersebut ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto yang menugaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Satuan Tugas percepatan transisi energi. Dalam kebijakan jangka pendek, pemerintah memprioritaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar serta program konversi kendaraan menjadi motor listrik.
Presiden menyatakan Indonesia menargetkan swasembada energi dalam empat tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mempercepat pemanfaatan berbagai sumber energi alternatif yang tersedia di dalam negeri.
Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan karena sumber daya energi terbarukan yang melimpah. Selain potensi tenaga surya, Indonesia juga memiliki sumber bahan bakar dari komoditas seperti kelapa sawit, singkong, jagung, hingga tebu. Di samping itu, cadangan Panas Bumi atau geothermal di Indonesia termasuk salah satu yang terbesar di dunia, meski belum dimanfaatkan secara optimal.
Sebagai langkah konkret, Presiden memerintahkan pembangunan PLTS dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt. Program ini diharapkan dapat mempercepat elektrifikasi berbasis energi terbarukan dan menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan energi bersih secara cepat dan efektif.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, khususnya pembangkit listrik berbahan bakar diesel. Saat ini, sebagian pembangkit listrik di Indonesia masih menggunakan diesel, batu bara, dan gas.
Menurut Bahlil, pembangunan PLTS skala besar akan menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat transisi energi. Selain tenaga surya, pemerintah juga akan mengoptimalkan potensi energi lain seperti panas bumi dan tenaga air di berbagai daerah.
Dengan memanfaatkan berbagai sumber energi terbarukan tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan energi fosil dari luar negeri.(*/Stephany)

