Tuesday, February 17, 2026
HomeSejarah & BudayaJejak Sejarah di Balik Sepiring Nasi Lemak

Jejak Sejarah di Balik Sepiring Nasi Lemak

MEDIAAKU.COM – Nasi lemak merupakan salah satu makanan tradisional yang sangat dikenal di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Malaysia, Singapura, dan sebagian wilayah Indonesia.

Hidangan ini terkenal dengan nasi yang dimasak menggunakan santan dan daun pandan sehingga menghasilkan aroma yang harum dan rasa gurih.

Nasi lemak tidak hanya berfungsi sebagai makanan sehari-hari, tetapi juga mencerminkan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Melayu sejak masa lalu.

Menurut Mohd. Nor bin Hussin dalam bukunya ^Warisan Masakan Melayu (2008)”, nasi lemak pada awalnya merupakan makanan sederhana para petani dan nelayan Melayu.

Pada masa itu, nasi dimasak dengan santan karena bahan tersebut mudah diperoleh dari pohon kelapa yang banyak tumbuh di daerah pesisir dan pedesaan. Santan digunakan untuk menambah energi karena para petani dan nelayan membutuhkan tenaga besar untuk bekerja sepanjang hari.

Lauk pendampingnya pun sangat sederhana, seperti ikan asin, telur, dan sambal.Seiring waktu, nasi lemak mengalami perkembangan, perubahan gaya hidup dan interaksi budaya menyebabkan nasi lemak berkembang dari makanan rakyat menjadi hidangan nasional.

Pada masa kolonial, nasi lemak mulai dijual secara luas di pasar dan pinggir jalan. Hidangan ini kemudian dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial.

Penambahan lauk seperti ayam goreng, rendang, dan sambal udang menunjukkan adaptasi nasi lemak terhadap selera dan kondisi zaman.

Dalam buku “Food Culture in Southeast Asia” karya Jean Duruz (2010), dijelaskan bahwa nasi lemak bukan sekadar makanan, tetapi simbol kebersamaan dan identitas budaya.

Nasi lemak sering hadir dalam acara keluarga, perayaan keagamaan, hingga jamuan resmi. Hal ini menunjukkan bahwa makanan tradisional memiliki peran penting dalam menjaga hubungan sosial dan nilai budaya masyarakat.Dari bahan-bahan sederhana, nasi lemak mampu bertahan dan berkembang menjadi hidangan yang dicintai banyak orang.

Hal ini mengajarkan bahwa nilai sebuah budaya tidak terletak pada kemewahan, tetapi pada makna, kebersamaan, dan identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi. Menjaga dan melestarikan makanan tradisional seperti nasi lemak berarti menjaga sejarah dan jati diri bangsa.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular