Saturday, March 14, 2026
HomeSejarah & BudayaJejak Sejarah Oshibana: Seni Bunga yang Menyimpan Cerita Masa Lalu

Jejak Sejarah Oshibana: Seni Bunga yang Menyimpan Cerita Masa Lalu

MEDIAAKU.COM – Oshibana adalah seni menekan dan mengeringkan bunga atau daun untuk dijadikan karya seni seperti lukisan, kartu, hiasan dinding, dan kerajinan lainnya.Kata oshibana berasal dari bahasa Jepang, yaitu “oshi” yang berarti menekan dan “hana atau bana” yang berarti bunga.

Seni ini tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga mengajarkan penghargaan terhadap alam.Sejarah oshibana berawal di Jepang sekitar abad ke-16, pada masa pemerintahan samurai.

Proses menekan bunga membutuhkan waktu lama dan kehati-hatian, sehingga dianggap selaras dengan nilai disiplin dalam budaya Jepang. Pada masa itu, bunga yang diawetkan sering disimpan sebagai kenangan atau simbol peristiwa penting dalam kehidupan seseorang.

Perkembangan oshibana semakin pesat pada periode Edo (1603–1868). Seni ini mulai dikenal di kalangan masyarakat umum, terutama kaum bangsawan dan perempuan Jepang. Oshibana digunakan untuk menghias surat, album, dan karya seni tradisional.

Menurut Seiji Kato dalam bukunya “The Art of Oshibana”, seni ini menjadi cara masyarakat Jepang mengekspresikan rasa syukur terhadap alam dan pergantian musim.Pada abad ke-19, oshibana mulai dikenal di luar Jepang. Seni menekan bunga juga berkembang di Eropa, terutama di Inggris dan Jerman, meskipun dengan gaya yang berbeda.

Di Jepang sendiri, oshibana mengalami modernisasi dengan penggunaan teknik baru dan bahan pendukung seperti kertas khusus dan bingkai kaca.Saat ini, oshibana telah menjadi seni internasional dan dipelajari di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Ahli seni kerajinan, Harumi Okada, menyatakan bahwa oshibana bukan sekadar kerajinan tangan, tetapi juga media edukasi lingkungan.Melalui oshibana, seseorang belajar mengenali jenis tanaman, menjaga kelestarian alam, dan tidak merusak bunga secara berlebihan.Hal ini membuat oshibana relevan dengan isu lingkungan masa kini.

Oshibana mengajarkan bahwa keindahan tidak selalu harus diambil secara berlebihan, tetapi dapat dinikmati dengan cara yang bijak dan bertanggung jawab. Dengan menghargai alam melalui seni, manusia dapat menjaga keseimbangan antara kreativitas dan kelestarian lingkungan.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular