MEDIAAKU.COM – Kabuto adalah helm tradisional yang digunakan oleh samurai di Jepang sejak zaman feodal. Kabuto bukan hanya alat pelindung kepala dalam peperangan, tetapi juga simbol kehormatan, status sosial, dan identitas seorang samurai. Sejarah kabuto berkaitan erat dengan perkembangan militer dan budaya Jepang, khususnya sejak periode Kofun hingga zaman Edo.
Menurut Turnbull dalam buku “Samurai: The World of the Warrior”, kabuto mulai berkembang sekitar abad ke-5 Masehi, ketika Jepang mulai mengenal peperangan berskala besar.
Pada masa awal, bentuk kabuto masih sederhana dan dipengaruhi oleh budaya Asia daratan, terutama dari Tiongkok dan Korea. Seiring waktu, desain kabuto menjadi semakin kompleks dan disesuaikan dengan kebutuhan medan perang Jepang yang keras.
Pada periode Kamakura dan Muromachi, kabuto mengalami perkembangan pesat. Helm ini dibuat dari lempengan besi yang disusun dan dipaku dengan teknik khusus agar kuat namun tetap nyaman dipakai.
Kabuto biasanya dilengkapi dengan “shikoro”, yaitu pelindung leher dari susunan pelat besi, serta “maedate”, hiasan di bagian depan helm. Hiasan ini sering berbentuk tanduk, simbol hewan, atau lambang keluarga, yang berfungsi untuk menunjukkan keberanian dan identitas klan samurai.
Memasuki zaman Sengoku, masa peperangan antar daimyo, fungsi kabuto menjadi sangat penting sebagai pelindung utama di medan tempur. Namun, selain fungsi perlindungan, keindahan kabuto juga mendapat perhatian besar.
Menurut Conlan dalam “Weapons & Fighting Techniques of the Samurai Warrior”, kabuto mencerminkan filosofi samurai yang menggabungkan kekuatan, disiplin, dan estetika.
Helm ini dirancang tidak hanya untuk melindungi tubuh, tetapi juga untuk membangun rasa percaya diri dan kewibawaan pemakainya.Pada zaman Edo, ketika Jepang memasuki masa damai, fungsi kabuto mulai bergeser. Kabuto tidak lagi digunakan secara aktif dalam perang, tetapi menjadi simbol budaya dan status sosial.
Banyak kabuto dipajang sebagai warisan keluarga atau digunakan dalam upacara dan pertunjukan tradisional. Hingga kini, kabuto masih dilestarikan dan sering terlihat dalam perayaan Hari Anak di Jepang sebagai simbol harapan akan kekuatan dan keberanian.
Dari sejarah kabuto kita dapat mengetahui bahwa perlindungan sejati tidak hanya berasal dari kekuatan fisik, tetapi juga dari nilai-nilai seperti kehormatan, disiplin, dan tanggung jawab. Kabuto mengajarkan bahwa keberanian harus disertai kebijaksanaan, dan kekuatan sejati lahir dari karakter yang kuat, bukan hanya dari senjata atau perlengkapan perang.(*/janu)

