Saturday, February 14, 2026
HomeIbu dan AnakKebohongan Kecil Anak, Masalah Besar? Kenali 5 Penyebab Utamanya

Kebohongan Kecil Anak, Masalah Besar? Kenali 5 Penyebab Utamanya

MEDIAAKU.COM – Kejujuran merupakan nilai luhur yang sejak dahulu diajarkan oleh orang tua sebagai dasar membangun karakter yang baik.

Dalam budaya masyarakat Indonesia, kejujuran tidak hanya berkaitan dengan perilaku pribadi, tetapi juga mencerminkan harga diri keluarga dan penghormatan terhadap nilai-nilai warisan nenek moyang.

Namun, pada kenyataannya, banyak anak yang terbiasa berbohong. Kebiasaan ini tidak muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam lingkungan anak,antara lain :

1.Takut Dimarahi atau Dihukum

Anak sering berbohong karena takut menerima hukuman atau kemarahan dari orang tua dan orang dewasa. Pola asuh yang terlalu keras membuat anak merasa tidak aman untuk berkata jujur.

Menurut Hurlock dalam “Psikologi Perkembangan”, anak cenderung menyembunyikan kesalahan jika merasa kejujuran hanya akan membawa hukuman. Padahal, orang tua mengajarkan bahwa kebenaran harus disampaikan dengan berani dan bijaksana.

2.Meniru Perilaku Orang Dewasa

Anak adalah peniru yang ulung. Jika anak sering melihat orang  di sekitarnya berbohong, ia akan menganggap kebohongan sebagai hal yang wajar.

Bandura dalam teori belajar sosial menjelaskan bahwa perilaku anak terbentuk dari pengamatan terhadap lingkungan. Dalam nilai budaya leluhur, orang tua seharusnya menjadi teladan agar kejujuran tetap terjaga dari generasi ke generasi.

3.Ingin Mendapatkan Pengakuan atau Pujian

Sebagian anak berbohong untuk terlihat hebat, pintar, atau berhasil di mata orang lain. Keinginan untuk diakui membuat anak mengubah fakta.

Hal ini menunjukkan kurangnya rasa percaya diri dan penerimaan diri. Pada dasarnya Orang tua mengajarkan hidup apa adanya dan menghargai usaha, bukan hasil semu dari kebohongan.

4.Kurangnya Komunikasi yang Hangat

Anak yang tidak merasa didengar cenderung menutup diri dan berbohong. Komunikasi yang dingin membuat anak takut mengungkapkan perasaan dan masalahnya.

Menurut Santrock dalam “Life-Span Development”, hubungan emosional yang sehat membantu anak tumbuh jujur dan terbuka.

5.Tidak Memahami Nilai Kejujuran Sejak Dini

Jika anak tidak diajarkan makna kejujuran secara konsisten, ia tidak memahami dampak kebohongan. Nilai leluhur menekankan bahwa kejujuran adalah fondasi kehormatan dan kepercayaan dalam hidup bermasyarakat.

Kesimpulannya adalah Kejujuran adalah warisan leluhur yang harus dijaga bersama. Anak yang dibesarkan dengan kasih sayang, keteladanan, dan komunikasi yang baik akan tumbuh menjadi pribadi jujur dan bermartabat.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular