Tuesday, February 17, 2026
HomeEkonomiKemensos Salurkan Bantuan Ayam Petelur, KPM Didorong Mandiri Lewat Koperasi Desa

Kemensos Salurkan Bantuan Ayam Petelur, KPM Didorong Mandiri Lewat Koperasi Desa

MEDIAAKU.COM – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) menyerahkan secara simbolis paket usaha ayam petelur kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya terdaftar sebagai penerima bantuan sosial sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat penerima bansos.

‎Melansir laman Kemensos, Senin (16/2/2026) Penyaluran bantuan tersebut dilakukan dalam kegiatan kolaborasi antara Koperasi Desa Merah Putih Dukuhrejo dan program PKH serta sembako, yang digelar di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

‎Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, program ini merupakan bagian dari strategi graduasi KPM agar tidak terus bergantung pada bantuan sosial. Pemerintah, kata dia, ingin para penerima manfaat naik kelas menjadi pelaku usaha yang tergabung dalam koperasi desa.

‎Sebanyak 70 KPM menerima paket usaha berupa kandang ayam tiga tingkat, 24 ekor ayam berusia 14 minggu yang siap bertelur, 50 kilogram pakan, serta vitamin. Nilai setiap paket diperkirakan mencapai Rp5,7 juta.

‎Dari usaha tersebut, tiap keluarga diproyeksikan mampu memproduksi rata-rata 1,5 kilogram telur per hari. Sekitar 1 kilogram dapat dipasarkan melalui koperasi desa, sementara sisanya dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi keluarga. Dengan skema itu, KPM berpeluang menambah penghasilan sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per hari, atau sedikitnya Rp500 ribu per bulan.

‎Mensos menegaskan bahwa seluruh intervensi Kemensos merujuk pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, ketepatan data menjadi fondasi penting agar bantuan tepat sasaran dan adil bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

‎Selain bantuan usaha, Kemensos juga mengarahkan para pendamping PKH untuk membina minimal 10 KPM agar bisa melakukan graduasi mandiri. Para penerima manfaat pun didorong menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih sehingga hasil produksi mereka terserap dan masuk dalam ekosistem ekonomi desa.

‎Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman antara Kementerian Koperasi dan Kemensos guna mempercepat pemberdayaan ekonomi KPM. Program tersebut akan diuji coba di sejumlah daerah sebagai model pengentasan kemiskinan berbasis koperasi desa.

‎Ia menambahkan, dengan menjadi anggota koperasi, KPM tidak hanya menjual produknya tetapi juga berhak memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU). Kementerian Koperasi juga siap membantu meringankan iuran pokok dan wajib agar partisipasi masyarakat tidak terkendala biaya.

‎Sementara itu, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menekankan pentingnya sinergi antar kementerian dalam menekan angka kemiskinan. Ia mengibaratkan kolaborasi tersebut seperti permainan sepak bola, di mana setiap lembaga memiliki peran berbeda namun saling melengkapi.

‎Menurut Budiman, pembentukan BP Taskin merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat koordinasi dan integrasi kebijakan pengentasan kemiskinan agar berjalan lebih efektif.

‎Dalam agenda tersebut, Mensos, Menkop, Kepala BP Taskin, dan Wakil Menteri Sosial turut meninjau gerai koperasi yang memasarkan produk KPM, mulai dari kue kering hingga kerajinan tangan. Kegiatan ini juga dihadiri Bupati Purworejo Yuli Hastuti, para penerima bantuan, serta pendamping PKH Kemensos.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular