Thursday, January 8, 2026
HomeBeritaKementerian PU Percepat Pembangunan Huntara bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

MEDIAAKU.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus menggenjot pembangunan hunian sementara bagi masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Hingga awal Januari 2026, progres pembangunan huntara telah mencapai sekitar 75 persen, dengan tujuh blok bangunan dinyatakan rampung pada Sabtu mendatang (10/1/2026).

‎Melansir dari laman KemenPU, Rabu (7/1/2026) Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap upaya penanganan bencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Huntara ini dibangun untuk menyediakan tempat tinggal sementara yang lebih layak, aman, dan bermartabat bagi warga terdampak. Selain unit hunian, kawasan tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti air bersih dan sistem sanitasi.

‎Secara perencanaan, huntara di Gampong Bundar terdiri atas tujuh blok bangunan modular. Setiap blok dirancang untuk menampung 12 kepala keluarga. Namun, satu blok yang berada di bagian depan lokasi saat ini masih dimanfaatkan sementara sebagai area penyimpanan material karena posisinya berbatasan langsung dengan jalan.

‎Jika seluruh blok difungsikan, kawasan huntara ini dapat menampung sekitar 84 kepala keluarga atau kurang lebih 336 jiwa dalam satu lokasi terpusat.

Berbagai fasilitas penunjang juga disiapkan, mulai dari toilet komunal, instalasi listrik dan pencahayaan, hingga jaringan air bersih dan sanitasi untuk memenuhi kebutuhan dasar penghuni selama masa tinggal sementara.

‎Dari sisi konstruksi, bangunan huntara menggunakan sistem modular dengan rangka baja ringan yang memungkinkan proses pembangunan berlangsung cepat tanpa mengesampingkan kekuatan dan kenyamanan.

Tahapan pengerjaan meliputi pembangunan pondasi, pemasangan rangka, dinding dan atap baja ringan, hingga instalasi mekanikal, elektrikal, dan perpipaan.Pembangunan hunian sementara ini menjadi bukti kehadiran pemerintah dalam memastikan warga terdampak bencana mendapatkan tempat tinggal yang lebih manusiawi.

Dengan adanya huntara, masyarakat diharapkan dapat menjalani masa pemulihan dengan kondisi yang lebih aman dan nyaman dibandingkan tinggal di tenda pengungsian.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular