MEDIAAKU.COM – Dalam mitologi Romawi kuno, Fortuna mempunyai akar yang dalam dalam budaya Roma.Seperti yang dicatat oleh Daniele Miano dalam bukunya” Fortuna: Deity and Concept in Archaic and Republican Italy”, Fortuna bukan hanya dewi tetapi juga konsep yang berinteraksi dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk nasib baik, kesuburan, dan kesuksesan.
Fortuna pertama kali muncul dalam konteks Italia kuno, khususnya di wilayah Latium, kemudian menjadi bagian dari kepercayaan Romawi. Nama “Fortuna” sendiri berasal dari kata Latin fortuna yang berkaitan dengan “nasib” atau “keadaan kebetulan”.
Dalam perkembangannya, Fortuna sering diidentikkan dengan dewi Yunani Tyche yang juga mewakili keberuntungan kota atau nasib secara umum. Representasi ikonografinya terkenal: Fortuna sering digambarkan membawa tanduk kelimpahan (cornucopia) dan berdiri di atas bola atau roda yang menggambarkan ketidakstabilan keberuntungan.
Dalam kehidupan sehari‐hari Romawi, Fortuna dipercaya mempengaruhi banyak aspek: dari hasil panen, perjalanan laut.Misalnya, dia dipuja oleh para petani yang berharap pada panen yang melimpah, dan oleh pelaut atau pedagang yang berharap keselamatan dan keberhasilan dalam perjalanan.
Budaya Romawi bahkan mendirikan kuil-kuil untuk Fortuna, dan memberi banyak epitet (julukan) untuk memperjelas fungsi spesifik seperti “Fortuna Redux” (keberuntungan kembali) atau “Fortuna Mala” (nasib buruk) yang menunjukkan sisi gelap keberuntungan juga.
Dari Kisah Fortuna mengingatkan bahwa banyak hal dalam hidup ini berada di luar kendali kita sepenuhnya, keberuntungan dan kegagalan bisa datang tiba-tiba, dan sering kali tidak adil.
Dengan memahami Fortuna, kita belajar bahwa dalam hidup ini kita mengendalikan sebagian, tetapi banyak juga yang tergantung “roda nasib” yang terus berputar,maka menjaga sikap sederhana, bersyukur, dan tetap berusaha adalah kunci kebahagiaan.(*/janu)

