MEDIAAKU.COM – Trauma masa kecil adalah pengalaman menyakitkan yang terjadi pada anak dan meninggalkan dampak psikologis hingga ia tumbuh besar. Pengalaman seperti kekerasan, penelantaran, kehilangan orang terdekat, atau lingkungan keluarga yang tidak aman dapat membekas dalam ingatan dan emosi anak.
Menurut Judith Herman dalam bukunya “Trauma and Recovery”, trauma tidak hanya memengaruhi ingatan, tetapi juga cara seseorang memandang diri sendiri dan dunia di sekitarnya.
Anak yang mengalami trauma masa kecil sering menunjukkan perubahan dalam perilaku dan emosi. Salah satu ciri yang umum adalah kesulitan mengendalikan emosi.
Anak mudah marah, sedih berlebihan, atau merasa cemas tanpa sebab yang jelas. Hal ini terjadi karena sistem emosi anak terbentuk dalam kondisi penuh tekanan, sehingga ia terbiasa berada dalam keadaan waspada.
Selain itu, anak dengan trauma sering memiliki rasa percaya diri yang rendah.Trauma dapat membuat anak merasa tidak aman dan menganggap dirinya tidak berharga. Akibatnya, mereka cenderung menarik diri, takut mencoba hal baru, atau merasa tidak pantas untuk dicintai.
Ciri lain yang sering muncul adalah kesulitan membangun hubungan dengan orang lain. Anak mungkin sulit mempercayai orang di sekitarnya atau justru menjadi sangat bergantung secara emosional.
Dalam buku “The Body Keeps the Score”, Bessel van der Kolk menjelaskan bahwa trauma membuat tubuh dan pikiran terus mengingat rasa takut, meskipun ancaman sudah tidak ada. Hal ini membuat anak sulit merasa aman dalam hubungan sosial.Trauma juga dapat memengaruhi konsentrasi dan prestasi belajar.
Anak sering melamun, sulit fokus, atau tampak tidak bersemangat di sekolah. Bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena pikirannya dipenuhi oleh tekanan emosional yang belum terselesaikan.
Anak dengan trauma bukanlah anak yang “bermasalah”, melainkan anak yang sedang terluka. Mereka membutuhkan pengertian, kesabaran, dan lingkungan yang aman untuk pulih. Orang dewasa memiliki peran penting dalam mendengarkan tanpa menghakimi dan memberikan dukungan emosional.
Dengan kasih sayang dan bantuan yang tepat, luka masa kecil dapat disembuhkan, dan anak tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan kuat.(*/janu)

