MEDIAAKU.COM – Anak yang dewasa sebelum waktunya adalah kondisi ketika seorang anak dipaksa atau terpaksa memikul tanggung jawab layaknya orang dewasa, padahal secara usia dan perkembangan psikologis ia belum siap.
Fenomena ini sering terjadi akibat faktor keluarga, ekonomi, lingkungan, atau pengalaman hidup yang berat. Anak kehilangan masa kanak-kanaknya dan harus menghadapi tuntutan hidup yang seharusnya belum menjadi bebannya.
Menurut Hurlock dalam buku “Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan”, setiap tahap perkembangan memiliki tugas dan kebutuhan yang berbeda.
Masa kanak-kanak seharusnya diisi dengan bermain, belajar, dan membangun rasa aman. Ketika anak dipaksa dewasa terlalu cepat, proses perkembangan emosional dan sosialnya bisa terganggu.
Anak mungkin terlihat mandiri dan kuat, tetapi di dalam dirinya tersimpan tekanan yang tidak terlihat.Keadaan seperti ini sering dijumpai pada anak yang harus membantu ekonomi keluarga, mengurus adik, atau menghadapi konflik keluarga seperti perceraian dan kehilangan orang tua.
Mereka belajar menekan emosi, mengambil keputusan besar, dan mengorbankan keinginan pribadi. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menimbulkan kelelahan mental, kesulitan mempercayai orang lain, dan masalah emosional saat dewasa.
Anak yang terlalu dini memikul tanggung jawab berat berisiko dapat mengalami stres kronis. Stres ini tidak selalu muncul dalam bentuk tangisan, tetapi bisa berupa sikap terlalu serius, sulit mengekspresikan perasaan, atau merasa harus selalu kuat.
Anak seperti ini sering tidak terbiasa meminta bantuan karena merasa tidak boleh lemah.Meski demikian, pengalaman ini tidak selalu berdampak negatif jika anak mendapatkan dukungan yang tepat.
Peran orang tua, guru, dan lingkungan sangat penting untuk memberikan ruang aman bagi anak mengekspresikan perasaan dan tetap menikmati masa tumbuh kembangnya. Anak perlu diyakinkan bahwa menjadi anak-anak bukanlah kelemahan, melainkan bagian penting dari kehidupan.
Pada dasarnya setiap anak berhak tumbuh sesuai dengan tahap perkembangannya. Kedewasaan sejati bukan diukur dari seberapa berat beban yang dipikul sejak kecil, melainkan dari kemampuan memahami diri dan kehidupan secara sehat.
Orang dewasa memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi masa kanak-kanak agar tidak dirampas oleh keadaan. Membiarkan anak menjadi anak adalah bentuk kasih sayang yang paling mendasar.(*/janu)

