MEDIAAKU.COM – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto belum lama ini menerima kunjungan World Bank Country Director untuk Indonesia dan Timor Leste, Carolyn Turk, di Kantor Kemendes PDT, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Indonesia.
Melansir laman Kemendespdt, Rabu (25/2/2026) Dalam kesempatan itu, Mendes Yandri menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan komitmen World Bank dalam membantu pemerintah Indonesia, khususnya melalui dukungan pembiayaan untuk program pembangunan desa. Ia menilai kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perdesaan.
Untuk memastikan program berjalan optimal, diperlukan pembahasan lanjutan terkait mekanisme pengelolaan dana, sistem transparansi, hingga penentuan fokus dan lokasi penerima manfaat. Menurut Yandri, persiapan yang matang akan membuat penyaluran dana benar-benar tepat sasaran, memberikan dampak nyata, serta mampu meningkatkan taraf hidup warga desa.
Saat ini, Kemendes PDT masih mengkaji besaran dukungan anggaran dan jumlah desa yang akan menerima bantuan. Yandri menegaskan pentingnya menjaga rasa keadilan di tengah banyaknya jumlah desa di Indonesia. Ia tidak ingin timbul kecemburuan sosial akibat keterbatasan penerima manfaat, namun di sisi lain kualitas program tetap harus terjaga agar target pembangunan tidak meleset.
Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah kemungkinan penyesuaian nilai bantuan per desa agar cakupan penerima menjadi lebih luas, tanpa mengurangi mutu dan capaian program. Skema tersebut akan didiskusikan lebih lanjut bersama pihak World Bank, dengan mempertimbangkan potensi dan karakteristik masing-masing desa.
Melalui dukungan ini, pemerintah berharap pemberdayaan masyarakat desa dapat semakin kuat, sekaligus mendorong peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) di desa-desa penerima program.
Bantuan tersebut juga diharapkan menjadi stimulus berkelanjutan bagi aktivitas ekonomi desa, sehingga manfaatnya tidak bersifat sementara, melainkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.(*/Stephany)

