MEDIAAKU.COM – Mastaba adalah jenis makam kuno Mesir,sebuah bangunan kubur berbentuk persegi panjang, atap datar, dengan dinding menyandar ke dalam. Struktur ini dibangun dari bata lumpur (mud-brick) pada masa awal, dan kemudian juga dari batu.
Dikutip dari wikipedia,Kata mastaba berasal dari bahasa Arab untuk menyebut bangku, karena jika dilihat dari kejauhan mastaba terlihat seperti bangku tanah liat.Mastaba mulai dipakai sejak masa Perioda Dinasti Awal (Early Dynastic Period, sekitar 3150–2700 SM) dan terus digunakan sepanjang masa Old Kingdom of Egypt (sekitar 2700–2200 SM).
Awalnya, makam di Mesir berupa lubang sederhana di tanah, terkadang hanya ditandai dengan tumpukan pasir atau batu. Seiring berkembangnya peradaban, makam itu mulai dibangun sebagai mastaba dengan struktur bata atau batu, berbentuk persegi panjang di atas tanah. Di bawah struktur tersebut terdapat kamar pemakaman (burial chamber) di liang/shaft ke bawah.
Seiring waktu, desain mastaba semakin kompleks. Di atas makam ada sebuah ruang semacam kapel atau ruang persembahan (offering chapel), tempat keluarga bisa meletakkan persembahan.
Di beberapa mastaba juga terdapat “false door” atau pintu semu yang dipercaya memungkinkan arwah orang mati (ka) melewati pintu itu untuk menerima persembahan.Contoh mastaba terkenal adalah Mastaba of Hesy-Ra di Saqqara yaitu makam seorang pejabat tinggi pada Dinasti Ketiga.
Mastaba ini dikenal karena pahatan kayu dan lukisan dindingnya yang indah, yang menunjukkan bagaimana seni dekoratif makam berkembang dari waktu ke waktu. Seiring waktu, terutama ketika raja-raja Mesir menginginkan simbol kemegahan dan kekuasaan, bentuk makam mulai berubah.
Bangunan mastaba yang sederhana berkembang menjadi struktur bertingkat: sejumlah mastaba disusun di atas satu sama lain, semakin mengecil ke atas membentuk apa yang dikenal kemudian sebagai piramida.
Maka dari itu, mastaba bisa dianggap sebagai pendahulu piramida: makam awal sebelum piramida menjadi makam bagi para firaun. Setelah piramida populer, penggunaan mastaba bergeser dan tidak lagi untuk raja, melainkan untuk bangsawan, pejabat, atau orang kaya non-kerajaan.
Lambat laun, pada era berikutnya yaitu New Kingdom / memasuki periode baru, bangunan makam bergeser ke bentuk lain misalnya makam batu (rock-cut tombs) dan penggunaan mastaba semakin jarang.
Berbagai makam mastaba telah digali dan diteliti oleh para ahli arkeologi dan Egyptolog. Contohnya:Mastaba sederhana dari periode awal di wilayah makam seperti Saqqara, Giza, dan Tarkhan.
Mastaba pejabat tinggi seperti Mastaba of Hesy-Ra, yang memperlihatkan evolusi seni dekoratif, arsitektur makam, dan kepercayaan tentang kehidupan setelah kematian.
Mastaba bukan sekadar makam, ia mencerminkan keyakinan orang Mesir kuno terhadap kehidupan setelah kematian, penghormatan kepada leluhur, dan usaha manusia untuk meninggalkan jejak abadi. Dengan membangun “rumah keabadian” bagi orang mati, mereka menunjukkan rasa hormat dan harapan bahwa arwah dapat hidup damai.
Melalui studi mastaba, kita bisa belajar bukan hanya tentang masa lampau, tetapi juga tentang nilai penghormatan, keabadian, dan warisan manusia.(*/janu)

