MEDIAAKU.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu mengambil tiga langkah utama untuk memperkuat kapasitas fiskalnya.
Melansir dari laman Kemendagri, Jumat (29/8/2025) Tiga strategi tersebut mencakup pengelolaan anggaran yang lebih efisien, peningkatan peran dunia usaha, serta kemampuan kepala daerah dalam memanfaatkan peluang dari berbagai program prioritas nasional yang dijalankan Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Mendagri saat menghadiri pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten belum lama ini. Menurut Tito, daerah dengan kapasitas fiskal yang baik ditandai dengan tingginya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan transfer pusat.
Kondisi ini akan mendorong kemandirian daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pada dana dari pemerintah pusat. Sehari sebelumnya, dalam pengarahan di Rapat Koordinasi Nasional Produk Hukum Daerah di Kendari, Tito juga menekankan pentingnya pemerintah daerah memahami kondisi sosial-ekonomi masyarakat sebelum menetapkan regulasi dan kebijakan.
“Kebijakan yang diambil harus mempertimbangkan kondisi masyarakat, serta dilakukan sosialisasi lebih dulu sebelum diterapkan,” ujarnya.
Dalam konteks efisiensi anggaran, Tito menegaskan bahwa penggunaan APBD harus benar-benar diarahkan pada program yang berdampak langsung bagi warga. Kemendagri, lanjutnya, mendukung hal ini dengan menerbitkan Surat Edaran sebagai pedoman bagi daerah.
Selain efisiensi, peningkatan PAD juga dapat dilakukan tanpa membebani masyarakat, salah satunya dengan mendorong sektor swasta. Mendagri menganjurkan kepala daerah untuk bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang memiliki jaringan luas hingga ke daerah.
“Tidak semua kepala daerah punya naluri bisnis, cukup dengarkan dan diskusikan dengan pengusaha mengenai potensi di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Apabila sektor swasta berkembang, kontribusi pajak daerah otomatis meningkat, sehingga memberi pemasukan tambahan bagi pemerintah daerah tanpa menambah beban rakyat.
Di sisi lain, kepala daerah juga diminta aktif mengintegrasikan program strategis pemerintah pusat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan program prioritas lainnya.Tito mencontohkan praktik baik dari Maluku Utara, di mana pemerintah daerah menggabungkan program MBG dengan Koperasi Merah Putih.
Menurutnya, sinergi semacam ini tidak hanya mendukung program nasional, tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi lokal dan memperkuat PAD.
Acara Apkasi Expo turut dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, Panglima TNI, Ketua DPD RI, serta pengurus Apkasi dari berbagai daerah.(*/Stephany)