Friday, January 9, 2026
HomeIbu dan AnakMengapa Anak Mirip Orang Tuanya? Mengungkap Misteri Hereditas

Mengapa Anak Mirip Orang Tuanya? Mengungkap Misteri Hereditas

MEDIAAKU.COM – Hereditas adalah proses pewarisan sifat dari orang tua ke anak melalui genetika melalui gen-gen yang diturunkan ketika pembuahan. Witherington  menggambarkan hereditas sebagai proses penurunan sifat-sifat dari generasi ke generasi melalui “plasma benih,” yang membentuk struktur tubuh.

Sifat-sifat bawaan ini bisa bersifat fisik, seperti warna mata, bentuk tubuh, tinggi badan; dan juga potensi psikologis atau kognitif, seperti kecerdasan dasar, temperamen, kecenderungan kepribadian.

Menurut penelitian dalam jurnal “Pengaruh Faktor Genetik pada Perkembangan Anak Usia Dini”, faktor genetik (hereditas) memiliki peranan sangat besar dalam perkembangan anak, terutama dalam aspek bawaan sejak lahir. 

Walaupun hereditas sangat penting, perkembangan anak bukan hanya ditentukan oleh gen. Banyak ahli menekankan bahwa lingkungan pola asuh orang tua, pendidikan, interaksi sosial, pengalaman hidup  juga memainkan peran besar.

Temuan dalam literatur modern menunjukkan bahwa kemampuan kognitif seseorang berkembang dari kombinasi genetik dan lingkungan. Ada interaksi aktif antara “genotype” (tugas bawaan gen) dan “environment” (lingkungan hidup) sehingga hasil perkembangan bersifat dinamis.

Dengan demikian, meskipun seorang anak mewarisi potensi tertentu dari orang tua, potensi tersebut tetap memerlukan lingkungan yang mendukung agar berkembang optimal,pola asuh baik, stimulasi belajar, kasih sayang, pendidikan, serta lingkungan sosial yang sehat.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal “Faktor hereditas dan lingkungan dalam membentuk karakter” dijelaskan bahwa hereditas dan lingkungan memiliki peran dalam membentuk karakter individu. Hereditas memberi karakteristik bawaan sejak lahir, sedangkan lingkungan membentuk bagaimana sifat tersebut muncul dan berkembang.

Hereditas memang memberi “modal awal” bagi seorang anak  dalam bentuk potensi fisik dan mental. Namun potensi itu bukan takdir mutlak. Lingkungan yang baik ,kasih sayang, bimbingan, pendidikan,serta stimulasi  sangat menentukan apakah potensi itu berkembang dengan baik atau tenggelam.

Oleh karena itu, menjadi orang tua atau lingkungan di sekitar anak bukan hanya soal mewariskan gen, tetapi juga tentang memberikan perhatian, dukungan, dan pendidikan yang membimbing anak untuk tumbuh menjadi manusia yang baik, cerdas, dan bijak.

Genetika yang merupakan warisan dari orang tua adalah anugerah akan tetapi tanggung jawab besar ada di tangan kita untuk merawat, mengasuh, dan mendampingi anak agar anugerah itu bisa berkembang menjadi potensi nyata yang mendukung tumbuh-kembang anak.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular