Friday, January 30, 2026
HomeIbu dan AnakMengapa Anak Suka Menggigit dan Memukul? Nakal atau Ada Pesan yang Tak...

Mengapa Anak Suka Menggigit dan Memukul? Nakal atau Ada Pesan yang Tak Tersampaikan?

MEDIAAKU.COM – Kebiasaan menggigit dan memukul sering ditemukan pada anak usia dini, terutama pada masa balita hingga awal usia sekolah. Perilaku ini kerap membuat orang tua dan guru khawatir karena dianggap sebagai tanda kenakalan.

Padahal, dalam banyak kasus, perilaku tersebut merupakan bagian dari proses perkembangan anak yang belum mampu mengekspresikan perasaan dan keinginannya dengan kata-kata.

Menurut Hurlock dalam buku “Psikologi Perkembangan”, anak usia dini masih memiliki kemampuan bahasa dan pengendalian emosi yang terbatas.

Ketika anak merasa marah, frustrasi, lelah, atau keinginannya tidak terpenuhi, ia cenderung mengekspresikan emosi tersebut melalui tindakan fisik seperti menggigit atau memukul. Perilaku ini bukan bertujuan untuk menyakiti, melainkan sebagai bentuk komunikasi yang belum matang.

Selain keterbatasan emosi, faktor lingkungan juga berperan penting. Anak yang sering melihat kekerasan, baik dari orang dewasa, teman sebaya, maupun media, dapat meniru perilaku tersebut.

Anak belajar melalui observasi dan peniruan,jika anak melihat bahwa memukul atau menggigit menghasilkan perhatian atau keinginannya terpenuhi, perilaku tersebut cenderung diulang.

Kelelahan, rasa lapar, serta kurangnya perhatian juga dapat memicu perilaku agresif pada anak. Anak yang belum mampu mengungkapkan kebutuhan dasarnya akan melampiaskannya melalui tindakan fisik. Oleh karena itu, penting bagi orang dewasa untuk memahami kondisi anak sebelum memberikan hukuman.

Penanganan kebiasaan menggigit dan memukul perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Orang tua dan guru sebaiknya tetap bersikap tenang dan tegas. Anak perlu diberi pemahaman bahwa memukul dan menggigit adalah perilaku yang tidak boleh dilakukan.

Selain itu, anak juga perlu diajarkan cara mengekspresikan perasaan dengan kata-kata sederhana, seperti mengatakan “aku marah” atau “aku tidak suka”. Memberikan contoh perilaku positif dan pujian ketika anak mampu mengendalikan emosi juga sangat membantu.

Perilaku menggigit dan memukul pada anak bukan semata-mata tanda kenakalan, melainkan sinyal bahwa anak membutuhkan bimbingan dan perhatian. Dengan kesabaran, kasih sayang, serta pola asuh yang tepat, anak dapat belajar mengelola emosi dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular