Thursday, January 8, 2026
HomeSejarah & BudayaMengapa Jeepney Menjadi Simbol Filipina? Menelusuri Jejak Sejarahnya

Mengapa Jeepney Menjadi Simbol Filipina? Menelusuri Jejak Sejarahnya

MEDIAAKU.COM – Jeepney adalah lambang khas transportasi publik di Filipina. Kendaraan yang unik dan penuh warna, lahir dari sejarah dan kreativitas lokal.

Menurut Emanuelle Torres, dalam bukunya yang berjudul “Jeepney”, berpendapat bahwa jeepney, yang berasal dari surplus kendaraan militer AS pasca-Perang Dunia II, telah menjadi simbol utama identitas, ketahanan, dan kearifan lokal Filipina.

Awalnya, setelah perang dunia II, banyak kendaraan militer milik Amerika (jeep) tertinggal di Filipina,kondisi pasca-perang membuat negara ini kekurangan alat transportasi umum.

Warga Filipina kemudian memanfaatkan jeep-jeep surplus tersebut: mereka memodifikasi dengan memperpanjang rangka, memasang atap, serta mengganti tempat duduk menjadi bangku panjang  agar bisa menampung lebih banyak penumpang.

Dengan begitu, jeep yang dulu berfungsi untuk transportasi militer berubah menjadi kendaraan umum murah dan praktis.

Pada awal 1950-an, pengusaha lokal mulai memproduksi versi “jeep modifikasi” dengan skala lebih besar dan lebih tertata. Salah satu pelopornya adalah Sarao Motors, didirikan oleh Leonardo S. Sarao.

Dengan modal kecil  konon hanya 700 peso, ia dan keluarganya merangkai jeep-jeep sisa perang menjadi kendaraan umum yang bisa mengangkut lebih banyak penumpang.

Seiring waktu, jeepney berkembang menjadi lebih dari sekadar alat transportasi. Pemilik dan pengemudi sering menghias jeepney mereka dengan warna-warni cerah, gambar religius, pemandangan alam, karakter populer, hingga slogan pribadi  membuat setiap jeepney terasa “hidup” dan unik.

Karena itu, banyak yang mengatakan bahwa jeepney bukan hanya kendaraan: ia mewakili kreativitas dan semangat masyarakat Filipina.

Jeepney pun kemudian dikenal secara internasional. Salah satu model dari Sarao pernah dipamerkan di New York World’s Fair pada 1964–1965 sebagai simbol identitas Filipina menunjukkan bagaimana kendaraan sederhana dari sisa perang bisa berubah menjadi ikon budaya.

Namun demikian, seiring kemajuan zaman, jeepney menghadapi tantangan besar. Pemerintah Filipina melalui program modernisasi transportasi  mendorong penggantian kendaraan ini dengan moda yang lebih modern, nyaman, aman, dan ramah lingkungan.

Meski demikian, banyak warga merasa bahwa  jeepney dari sisi keunikan, seni, dan budaya bisa hilang jika transformasi dilakukan tanpa penghormatan terhadap warisan sejarahnya.

Jeepney menunjukkan bahwa solusi sederhana dari masa sulit bisa menjadi warisan berharga jika dibarengi dengan rasa hormat terhadap orang-orang yang menciptakannya, serta kebanggaan terhadap berbagai lapisan masyarakat yang memanfaatkan dan merawatnya.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular