MEDIAAKU.COM – Pani puri adalah jajanan khas Asia Selatan yang terkenal karena rasa segar, pedas, dan asamnya. Makanan ini terdiri dari bola-bola kecil renyah (puri) yang diisi kentang, kacang, atau buncis, lalu diberi air bumbu asam pedas.
Di India, makanan ini dikenal dengan berbagai nama seperti “golgappa” dan “phuchka”. Meski terlihat sederhana, pani puri memiliki sejarah panjang yang menarik.Menurut beberapa catatan kuliner, asal-usul pani puri diyakini berasal dari wilayah India Utara, khususnya daerah yang kini termasuk negara bagian Bihar dan Uttar Pradesh.
Ada juga cerita rakyat yang mengaitkannya dengan masa kerajaan kuno di India, bahkan disebut-sebut sudah ada sejak zaman Kerajaan Magadha. Walau kisah ini sulit dibuktikan secara ilmiah, banyak ahli sejarah makanan percaya bahwa pani puri berkembang dari tradisi kuliner masyarakat setempat yang memanfaatkan bahan sederhana seperti tepung dan rempah-rempah.
Sejarawan kuliner India, K. T. Achaya, dalam bukunya “Indian Food: A Historical Companion”, menjelaskan bahwa makanan ringan berbahan dasar tepung gandum dan kacang-kacangan sudah lama menjadi bagian penting dari pola makan masyarakat India. Hal ini menunjukkan bahwa konsep dasar pani puri kemungkinan telah ada sejak ratusan tahun lalu, kemudian mengalami perkembangan rasa dan penyajian sesuai daerahnya.
Di berbagai kota besar seperti Mumbai dan Delhi, pani puri menjadi makanan jalanan yang sangat populer. Setiap daerah memiliki variasi rasa yang khas. Di Mumbai, airnya cenderung lebih manis dan asam, sedangkan di wilayah Bengal Barat, yang dikenal sebagai phuchka, rasanya lebih pedas dan tajam.
Perbedaan ini menunjukkan bagaimana satu jenis makanan dapat beradaptasi dengan budaya lokal.Menurut ahli antropologi makanan, makanan tradisional seperti pani puri bukan sekadar camilan, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan interaksi sosial. Orang-orang berkumpul di sekitar penjual, berbincang, dan menikmati makanan bersama. Dengan demikian, pani puri memiliki nilai sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat.
Dari sejarahnya, kita belajar bahwa makanan sederhana bisa menjadi simbol persatuan dan kreativitas. Pani puri mengajarkan bahwa sesuatu yang kecil dapat memiliki makna besar jika dijaga dan diwariskan dengan baik.(*/janu)

