Friday, August 29, 2025
HomeSejarah & BudayaMenguak Jejak Sejarah Lawang Sewu: Antara Fakta dan Mitos

Menguak Jejak Sejarah Lawang Sewu: Antara Fakta dan Mitos

MEDIAAKU.COM – Lawang Sewu adalah salah satu bangunan bersejarah yang menjadi ikon Kota Semarang, Jawa Tengah. Nama “Lawang Sewu” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “seribu pintu.”

Sebutan ini muncul karena bangunan bergaya arsitektur kolonial Belanda tersebut memiliki begitu banyak pintu dan jendela besar yang membuatnya tampak seolah-olah memiliki ribuan pintu.Bangunan ini didirikan pada tahun 1904 dan selesai pada 1907.

Dikutip dari Wikipedia, Bangunan ini dahulu merupakan kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), dan saat ini berstatus sebagai aset Kereta Api Indonesia (KAI). Sebagai gedung administrasi, Lawang Sewu dirancang megah dengan arsitektur bergaya art nouveau yang populer di Eropa pada masa itu. Atapnya tinggi, jendelanya lebar, serta ventilasi udara dirancang agar sesuai dengan iklim tropis di Indonesia.

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, Lawang Sewu beralih fungsi menjadi markas militer. Di masa itu, ruang bawah tanah gedung ini digunakan sebagai penjara dan menjadi saksi penderitaan banyak orang.

Bangunan ini menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah. Salah satu peristiwa bersejarah adalah Pertempuran Lima Hari di Semarang pada Oktober 1945, di mana para pejuang berusaha merebut gedung ini dari tangan Jepang.

Dari sejarah panjang Lawang Sewu, kita bisa belajar bahwa bangunan bukan hanya berdiri sebagai benda mati, tetapi juga menyimpan cerita tentang perjalanan hidup manusia.  Lawang Sewu mengajarkan bahwa masa lalu, sekelam apa pun, tetap berharga untuk dipelajari.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular