MEDIAAKU.COM – Pemerintah menetapkan target lifting minyak nasional sebesar 610 ribu barel per hari pada 2026. Target tersebut tercantum dalam RAPBN 2026 dan disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta.Target ini dinilai menantang karena produksi migas nasional menghadapi berbagai kendala teknis.
Melansir laman KemenESDM, Jumat (23/1/2026) Pemerintah tidak hanya harus menjaga capaian sebelumnya, tetapi juga menaikkan produksi sekitar 5 ribu barel per hari. Tantangan semakin berat setelah terjadinya kebocoran pipa migas di awal 2026 yang berdampak pada operasional Blok Rokan di Riau dan menyebabkan potensi kehilangan produksi sekitar 2 juta barel.
Meski demikian, Menteri ESDM menyatakan optimistis target tersebut dapat dicapai. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, mulai dari reaktivasi sumur-sumur tua hingga percepatan perizinan lebih dari 40 ribu sumur minyak masyarakat di berbagai daerah seperti Jambi, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah.
Pemerintah juga mengandalkan penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di sejumlah lapangan utama, termasuk Blok Rokan dan Lapangan Banyu Urip, serta mempercepat proyek migas yang telah menyelesaikan rencana pengembangan (Plan of Development/POD). Selain itu, Kementerian ESDM akan menawarkan lebih dari 100 wilayah kerja migas untuk mendorong eksplorasi hulu, melebihi target awal 75 blok.
Sebagai pembanding, lifting minyak nasional pada 2025 tercatat mencapai 605,3 ribu barel per hari, sedikit melampaui target APBN. Capaian ini mendapat apresiasi dari Komisi XII DPR RI yang menilai program Kementerian ESDM memberikan dampak nyata, termasuk bagi pelaku usaha minyak rakyat yang kini semakin tertib.(*/Stephany)

