MEDIAAKU.COM – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali bergerak cepat menanggulangi longsor yang menutup ruas Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo di KM 16, Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu. Melansir laman KemenPU, Sabtu (7/3/2026) Setelah upaya penanganan intensif dilakukan, jalur tersebut kini mulai dapat dilewati secara terbatas sambil menunggu rekomendasi keselamatan lebih lanjut.
Diketahui sebelumnya peristiwa longsor terjadi pada Selasa lalu (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tugu sejak pukul 14.30 WIB memicu runtuhan batu besar dari tebing di sekitar jalan. Material longsoran menutup seluruh badan jalan sehingga sempat menghentikan lalu lintas kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa menjaga kelancaran konektivitas menjadi prioritas pemerintah, terutama saat terjadi bencana. Menurutnya, jalan dan jembatan memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas masyarakat serta distribusi bantuan dan logistik.
Ia menekankan bahwa akses transportasi harus segera dipulihkan agar mobilitas warga serta penyaluran bantuan kemanusiaan tidak terhambat.Menanggapi kejadian tersebut, BBPJN Jawa Timur–Bali melalui tim PPK 2.3 Provinsi Jawa Timur langsung mengerahkan personel serta sejumlah alat berat untuk membersihkan material longsoran. Penanganan difokuskan pada batu-batu berukuran besar dengan perkiraan volume mencapai sekitar 68 meter kubik.
Sebanyak empat unit alat berat diterjunkan ke lokasi, yakni satu unit breaker, dua unit ekskavator, dan satu unit loader. Batu besar terlebih dahulu dipecah menggunakan breaker, kemudian potongan material diangkat dengan ekskavator dan loader untuk membuka kembali badan jalan.
Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali, Javid Hurriyanto, menjelaskan bahwa proses pembersihan dilakukan secara hati-hati karena masih ada kemungkinan batu kembali jatuh dari tebing di sekitar lokasi. Oleh sebab itu, penanganan dilakukan bertahap dengan memprioritaskan pemecahan batu berukuran besar sebelum material dipindahkan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, tembok penahan tanah di sekitar lokasi dipastikan masih dalam kondisi stabil dan tidak mengalami kerusakan struktural akibat pergerakan tanah. Retakan yang terlihat hanya disebabkan oleh benturan material batu saat longsor terjadi.
Setelah dua hari proses penanganan, jalur Trenggalek–Ponorogo akhirnya mulai bisa dilalui secara terbatas. Meski demikian, pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati karena pembersihan material serta pengamanan lereng masih berlangsung.
Selama proses penanganan, Kementerian PU juga bekerja sama dengan BPBD Trenggalek, TRC-PB Multisektor, TNI, POLRI, serta warga setempat. Koordinasi dilakukan untuk melakukan penilaian kondisi lapangan, mengatur lalu lintas, dan menyiapkan jalur alternatif bagi para pengguna jalan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga kelancaran jaringan jalan nasional serta memastikan setiap gangguan infrastruktur akibat bencana dapat segera ditangani, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.(*/Stephany)

