Wednesday, March 11, 2026
HomeBeritaPercepatan Hunian Tetap Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Jadi Prioritas

Percepatan Hunian Tetap Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Jadi Prioritas

‎‎MEDIAAKU.COM – Pemerintah terus mendorong percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi bagi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur. Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pembangunan hunian tetap (huntap) agar warga dapat segera memiliki tempat tinggal yang aman dan layak.

‎‎Melansir laman KemenkoPMK, Senin (9/3/2026) Hal tersebut dibahas dalam audiensi antara Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Lilik Kurniawan dengan Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen.

‎‎Dalam pertemuan tersebut, Lilik menekankan bahwa penyediaan lahan oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur menjadi langkah penting agar pembangunan hunian tetap dapat segera direalisasikan. Ia mendorong agar proses penyiapan lahan dilakukan bersamaan dengan pembangunan rumah di lokasi yang sudah siap, sehingga proses relokasi warga bisa berlangsung lebih cepat.

‎Menurutnya, percepatan pembangunan hunian tetap sangat penting agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati rumah yang aman serta mendukung pemulihan kehidupan mereka setelah bencana.

‎‎Selain pembangunan rumah, pemerintah juga menekankan bahwa program rehabilitasi dan rekonstruksi harus mencakup lima sektor utama. Kelima sektor tersebut meliputi permukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi, serta lintas sektor. Pendekatan ini dinilai penting agar relokasi warga tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga mendukung keberlanjutan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di lokasi baru.

‎‎Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Kemenko PMK, Monalisa Herawati Rumayar, menyampaikan hasil rapat koordinasi yang sebelumnya digelar pada 24 Februari 2026 lalu. Dalam pertemuan tersebut telah dibahas penyesuaian serta penetapan lokasi relokasi terpadu bagi warga yang terdampak erupsi.

‎‎Dari hasil pembahasan tersebut, disepakati bahwa pembangunan hunian tetap tahap awal akan difokuskan di lokasi Kuhe. Sementara itu, pemerintah daerah juga didorong untuk mempercepat penyediaan lahan di dua lokasi lainnya, yaitu Todo dan Kur’eng, agar seluruh warga terdampak dapat segera mendapatkan hunian tetap.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular