Sunday, April 5, 2026
HomeIbu dan AnakPermainan Sederhana, Dampak Luar Biasa: Rahasia Melatih Motorik Halus Anak Berkebutuhan Khusus

Permainan Sederhana, Dampak Luar Biasa: Rahasia Melatih Motorik Halus Anak Berkebutuhan Khusus

MEDIAAKU.COM – Motorik halus adalah kemampuan menggunakan otot-otot kecil, terutama pada jari dan tangan, untuk melakukan aktivitas seperti menulis, mengancingkan baju, atau memegang benda kecil. Pada anak berkebutuhan khusus, keterampilan ini sering berkembang lebih lambat sehingga memerlukan stimulasi yang tepat.

Menurut Santrock dalam bukunya “Life-Span Development”, perkembangan motorik anak dipengaruhi oleh kematangan saraf dan latihan yang konsisten. Artinya, latihan sederhana namun rutin sangat berperan dalam meningkatkan kemampuan anak.

Berikut lima cara yang dapat dilakukan:

1.Bermain Plastisin atau Lilin Mainan

Meremas, menggulung, dan membentuk plastisin membantu memperkuat otot jari. Aktivitas ini juga meningkatkan koordinasi mata dan tangan. Dalam “Child Development”, Laura E. Berk menekankan bahwa aktivitas manipulatif seperti ini efektif merangsang perkembangan sensorimotor.

2.Meronce Manik-Manik

Kegiatan memasukkan manik ke dalam tali melatih ketelitian dan koordinasi. Untuk anak dengan hambatan tertentu, ukuran manik bisa disesuaikan agar tidak terlalu kecil. Latihan ini membantu meningkatkan fokus dan kesabaran.

3.Menggunting dan Menempel

Menggunting pola sederhana lalu menempelkannya pada kertas melatih kontrol tangan. Guru atau orang tua dapat memulai dari garis lurus sebelum beralih ke bentuk melengkung. Aktivitas ini juga mendukung kesiapan menulis.

4.Bermain Puzzle dan Balok Kecil

Menyusun puzzle atau balok kecil melatih presisi gerakan jari. Selain motorik halus, anak belajar memecahkan masalah dan mengenali bentuk.

5.Latihan Kegiatan Sehari-hari

Mengancingkan baju, membuka resleting, atau memegang sendok sendiri adalah latihan praktis yang sangat efektif.Kemandirian tumbuh melalui pembiasaan.

Pendekatan terapi okupasi juga banyak merekomendasikan latihan aktivitas sehari-hari untuk meningkatkan fungsi motorik.Oleh karena itu, stimulasi motorik halus sebaiknya dilakukan secara menyenangkan dan tidak memaksa.

Anak berkebutuhan khusus bukanlah anak yang “kurang”, melainkan anak yang membutuhkan pendekatan berbeda. Dengan kesabaran, kasih sayang, dan konsistensi, kita dapat membantu mereka berkembang secara optimal. Menghargai proses mereka adalah bentuk empati dan kemanusiaan yang sejati.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular