Sunday, March 1, 2026
HomeIbu dan AnakPR Nanti Saja: Kebiasaan Sepele yang Berdampak Besar pada Anak

PR Nanti Saja: Kebiasaan Sepele yang Berdampak Besar pada Anak

MEDIAAKU.COM  – Kebiasaan menunda pekerjaan rumah pada anak merupakan masalah yang sering ditemui baik di rumah maupun di sekolah.Menunda atau “prokrastinasi” adalah perilaku sengaja menunda tugas meskipun anak tahu bahwa tugas tersebut penting dan harus diselesaikan.

Menurut psikolog pendidikan Paul R. Steel dalam bukunya “The Procrastination Equation”, kebiasaan menunda bukan sekadar soal malas, tetapi berkaitan dengan cara anak mengelola emosi, motivasi, dan rasa percaya diri.

Pada anak, kebiasaan ini biasanya muncul karena beberapa hal. Anak merasa tugas terlalu sulit, membosankan, atau menimbulkan rasa takut gagal.Akibatnya, anak memilih melakukan aktivitas yang lebih menyenangkan seperti bermain gawai atau menonton televisi.

Psikolog perkembangan Elizabeth B. Hurlock menjelaskan dalam “Child Development” bahwa anak usia sekolah masih belajar mengatur tanggung jawab, sehingga mereka membutuhkan bimbingan dan contoh yang konsisten dari orang dewasa.

Jika kebiasaan menunda terus dibiarkan, dampaknya bisa cukup serius. Anak menjadi terbiasa mengerjakan tugas secara terburu-buru, hasil belajar menurun, dan rasa percaya diri ikut melemah.Dalam jangka panjang, anak dapat membawa kebiasaan ini hingga remaja dan dewasa, yang berpengaruh pada prestasi akademik maupun kehidupan sehari-hari.

Hal ini juga ditegaskan oleh Burka dan Yuen dalam buku “Procrastination: Why You Do It, What to Do About It Now” yang menyebutkan bahwa prokrastinasi yang tidak ditangani sejak dini akan menjadi pola perilaku yang menetap.

Cara menanggulangi kebiasaan menunda pekerjaan rumah pada anak perlu dilakukan dengan pendekatan yang sabar dan sederhana. Orang tua dan guru sebaiknya membantu anak memahami bahwa tugas bukanlah ancaman, melainkan bagian dari proses belajar.

Memberikan jadwal belajar yang konsisten, lingkungan yang minim gangguan, serta membagi tugas besar menjadi tugas kecil akan membuat anak merasa lebih mampu.Selain itu, apresiasi atas usaha anak, bukan hanya hasilnya, sangat penting untuk membangun motivasi internal.

Anak juga perlu diajarkan untuk mengenali perasaannya sendiri. Ketika anak merasa takut atau malas, orang tua dapat membantu anak mengungkapkan perasaan tersebut dan mencari solusi bersama.Dengan begitu, anak belajar bahwa menyelesaikan tanggung jawab akan memberikan rasa lega dan bangga pada dirinya.

Kebiasaan baik dibentuk melalui proses, bukan paksaan. Anak yang dibimbing dengan penuh pengertian akan belajar bahwa menunda hanya memberi masalah, sedangkan disiplin dan tanggung jawab akan membawa manfaat bagi masa depannya.Pendidikan karakter yang dimulai dari hal kecil seperti mengerjakan pekerjaan rumah tepat waktu akan membentuk pribadi yang mandiri dan percaya diri.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular