MEDIAAKU.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menggandeng Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal serta Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani, Arief Mulyadi, untuk menyiapkan langkah terpadu dalam mengatasi kemiskinan sekaligus memperbaiki kawasan permukiman tidak layak di Provinsi Lampung.
Melansir laman KemenPKP, Minggu (22/2/2026) Inisiatif ini dirancang sebagai program lintas sektor yang memadukan berbagai skema pembiayaan dan pemberdayaan masyarakat.Beberapa instrumen yang akan digabungkan antara lain Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, skema Kredit Usaha Rakyat khusus perumahan, rumah subsidi, serta dukungan pembiayaan dari PNM.
Dalam waktu dekat, pemerintah akan melakukan pemetaan data penerima manfaat, sekaligus menjalin kerja sama dengan perbankan seperti Bank Tabungan Negara dan Bank Rakyat Indonesia guna memperkuat pendanaan. Selain itu, dana tanggung jawab sosial perusahaan juga direncanakan menjadi bagian dari solusi penataan lingkungan.
Menteri menekankan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak cukup hanya dengan memperbaiki kondisi rumah. Ia menilai penguatan ekonomi warga harus berjalan bersamaan agar hasilnya berkelanjutan. Karena itu, wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi akan diprioritaskan, dengan kombinasi dukungan pembiayaan, pelatihan usaha, serta kemungkinan tambahan dana dari anggaran daerah.
Program ini akan dilaksanakan melalui kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan sektor swasta. Bahkan, pendampingan masyarakat direncanakan melibatkan tenaga perbankan perempuan untuk membantu pembinaan ekonomi keluarga. Peluncuran resmi program ditargetkan berlangsung sebelum Lebaran saat kunjungan kerja menteri ke Lampung.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan menambahkan bahwa konsep kolaboratif semacam ini sudah pernah berhasil diterapkan di lokasi lain. Ia mencontohkan penataan kawasan Menteng Tenggulun di Jakarta yang bertransformasi menjadi lingkungan tematik setelah mendapat dukungan CSR dan sinergi berbagai pihak.
Dari sisi pembiayaan mikro, PNM menyatakan kesiapan memperkuat ekosistem perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Di Lampung sendiri, program PNM Mekar telah menjangkau ratusan ribu nasabah perempuan, sehingga dinilai potensial untuk mendukung kemandirian ekonomi warga sekaligus memanfaatkan rumah sebagai pusat kegiatan usaha.
Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik rencana ini. Menurut gubernur, pendekatan terintegrasi tersebut relevan untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan dan tingginya angka kemiskinan, khususnya di Bandar Lampung. Ia juga menilai gagasan pembangunan rumah susun bersubsidi bisa menjadi solusi jangka panjang di wilayah perkotaan padat.
Melalui sinergi lintas lembaga ini, pemerintah berharap pembenahan kawasan kumuh di Lampung tidak hanya memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat setempat.(*/Stephany)

