MEDIAAKU.COM – Tembok besar Cina adalah salah satu keajaiban dunia yang menjadi simbol kegigihan manusia dalam melindungi peradabannya.
Menurut buku” The Great Wall of China” karya Arthur Waldron, pembangunan awal tembok dimulai pada masa Dinasti Qin sekitar abad ke-3 SM.
Kaisar Qin Shi Huang memerintahkan penyatuan tembok-tembok pertahanan yang sebelumnya dibangun kerajaan-kerajaan kecil. Tujuannya sederhana tetapi vital, yaitu melindungi wilayah dari serangan bangsa nomaden dari utara.
Pembangunan tidak berhenti pada era Qin saja. Dinasti-dinasti berikutnya, seperti Han, Sui, dan terutama Ming, melanjutkan serta memperkuat tembok ini. Pada masa Dinasti Ming (abad ke-14 hingga ke-17), struktur tembok menjadi lebih kokoh karena dibangun dengan batu bata dan batu besar. Inilah yang masih banyak terlihat hingga hari ini.
Panjang Tembok Cina mencapai lebih dari 20 ribu kilometer, membentang melewati pegunungan, gurun, hingga padang rumput. Ribuan pekerja, termasuk tentara, petani, dan bahkan tahanan, dikerahkan untuk membangunnya.
Banyak yang meninggal karena kerasnya pekerjaan dan kondisi alam, sehingga tembok ini sering disebut juga sebagai “makam terpanjang di dunia”. Meski begitu, keberadaan Tembok Besar memberikan rasa aman bagi rakyat dan memperkuat identitas bangsa Cina sebagai sebuah peradaban besar.
Kini, Tembok Besar Cina menjadi warisan dunia UNESCO dan tujuan wisata yang mendunia. Setiap tahun jutaan orang dari berbagai negara datang untuk menyaksikan langsung keagungan arsitektur kuno ini.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, tembok ini adalah simbol ketekunan, pengorbanan, dan persatuan. Ia mengajarkan bahwa sebuah pencapaian besar tidak bisa diraih dalam waktu singkat, tetapi melalui usaha bersama dan tekad yang kuat.(*/janu)