Tuesday, January 6, 2026
HomeIbu dan AnakRisiko Tersembunyi di Balik Aktivitas Mengangkat Barang berat Bagi Ibu Hamil

Risiko Tersembunyi di Balik Aktivitas Mengangkat Barang berat Bagi Ibu Hamil

MEDIAAKU.COM – Kehamilan adalah masa ketika tubuh perempuan mengalami banyak perubahan fisik, hormonal, dan emosional. Pada periode ini, dokter kandungan umumnya melarang ibu hamil mengangkat beban berat. Larangan ini bukan sekadar anjuran biasa, tetapi didasarkan pada penelitian medis dan pengalaman klinis para ahli.

Aktivitas fisik yang terlalu berat dapat meningkatkan risiko gangguan pada perkembangan kehamilan karena perubahan anatomi dan fisiologi tubuh ibu.Saat hamil, pusat gravitasi tubuh bergeser karena pembesaran rahim dan bertambahnya berat janin.Perubahan ini membuat otot punggung bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan.

Jika ibu mengangkat beban berat, tekanan pada tulang belakang meningkat dan dapat menimbulkan nyeri punggung yang parah. Ligamen pada panggul dan pinggang menjadi lebih longgar akibat hormon relaksin.

Hal ini membuat ibu hamil lebih rentan mengalami cedera, khususnya pada bagian pinggang dan panggul, ketika memaksakan aktivitas fisik berat.

Dalam buku “Obstetrics: Normal and Problem Pregnancies karya Gabbe”, disebutkan bahwa aktivitas berat tertentu dapat meningkatkan risiko persalinan prematur dan ketuban pecah lebih awal pada ibu yang memiliki faktor risiko.

Walaupun tidak semua ibu hamil akan mengalami komplikasi tersebut, dokter tetap menyarankan pencegahan agar kondisi ibu dan janin tetap aman.

Dari sisi peredaran darah, mengangkat beban berat bisa mengganggu aliran darah ke rahim. Ketika tubuh dipaksa bekerja keras, darah lebih banyak dialirkan ke otot-otot besar dan dapat mengurangi suplai oksigen sementara ke janin.

Selain itu, risiko jatuh juga meningkat. Keseimbangan yang berubah membuat ibu hamil lebih mudah terpeleset atau kehilangan kontrol saat membawa beban.

Satu kali terjatuh saja dapat membahayakan posisi janin ataupun menyebabkan perdarahan. Karena itu, para ahli sepakat bahwa pencegahan jauh lebih aman daripada mengambil risiko yang tidak perlu.

Kehamilan bukan hanya tentang menjaga diri sendiri, tetapi juga tentang menjaga kehidupan kecil yang sedang berkembang. Terkadang, ibu hamil merasa tetap kuat dan mampu melakukan aktivitas seperti sebelum hamil, namun tubuh memiliki batasan baru yang harus dihormati.

Dengan memahami alasan ilmiah di balik larangan mengangkat beban berat, diharapkan ibu hamil lebih bijak dalam menjaga fisik dan tidak memaksakan diri. Istirahat cukup, meminta bantuan ketika perlu, dan berkonsultasi rutin dengan tenaga kesehatan adalah cara terbaik untuk menjalani kehamilan yang aman dan sehat.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular