Monday, February 9, 2026
HomeIbu dan AnakSaat Anak Menguji Kesabaran: Bagaimana Ibu Tetap Tenang?

Saat Anak Menguji Kesabaran: Bagaimana Ibu Tetap Tenang?

MEDIAAKU.COM – Perilaku anak yang dianggap nakal sering kali memicu emosi ibu, seperti marah, kesal, atau kecewa. Anak berteriak, membantah, tidak mau menurut, atau sengaja melanggar aturan bisa membuat ibu kehilangan kesabaran.

Padahal, cara ibu mengelola emosi sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi dan perilaku anak. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk belajar mengatur emosi saat menghadapi anak yang nakal.Memahami bahwa kenakalan adalah bagian dari perkembangan anak,

Menurut Hurlock dalam “Psikologi Perkembangan Anak”, perilaku nakal sering muncul karena anak belum mampu mengendalikan emosi dan mengekspresikan keinginannya dengan tepat.

Anak belum sepenuhnya memahami mana perilaku yang benar dan salah. Dengan memahami hal ini, ibu dapat melihat kenakalan anak sebagai proses belajar, bukan sebagai bentuk pembangkangan semata.

Mengendalikan reaksi sebelum bertindak,saat anak berbuat nakal, reaksi spontan ibu biasanya adalah marah. Namun, Goleman dalam “Emotional Intelligence” menjelaskan bahwa kemampuan mengendalikan emosi merupakan bagian penting dari kecerdasan emosional.

Ibu perlu mengambil jeda sejenak, menarik napas, dan menenangkan diri sebelum berbicara atau memberi hukuman agar tidak melukai perasaan anak.Menggunakan komunikasi yang lembut dan tegas ,anak akan lebih mudah memahami nasihat jika disampaikan dengan suara tenang.

Komunikasi yang penuh empati membantu anak merasa dihargai dan dipahami. Ibu dapat menjelaskan kesalahan anak dengan bahasa sederhana tanpa berteriak atau membandingkan dengan anak lain.

Memberi contoh pengelolaan emosi yang baik,anak belajar dari apa yang dilihat. Jika ibu melampiaskan kemarahan dengan bentakan atau kekerasan, anak akan meniru perilaku tersebut. Sebaliknya, ketika ibu menunjukkan sikap sabar dan mampu mengelola emosi, anak akan belajar cara yang sehat dalam menghadapi masalah.

Disiplin tetap diperlukan, tetapi bukan dalam bentuk hukuman yang menyakiti. Konsekuensi harus sesuai dengan kesalahan dan bertujuan mendidik. Dengan begitu, anak belajar bertanggung jawab atas perbuatannya.

Kesabaran ibu bukan berarti membiarkan kenakalan anak, melainkan mendidik dengan penuh kesadaran dan kasih sayang. Mengatur emosi adalah kunci agar ibu dan anak dapat tumbuh bersama dalam hubungan yang sehat, saling menghargai, dan penuh cinta.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular