MEDIAAKU.COM – Memanjakan anak dengan uang sering dianggap sebagai bentuk kasih sayang orang tua. Banyak orang tua berpikir bahwa dengan memenuhi semua keinginan anak secara materi, anak akan merasa bahagia dan tercukupi.Padahal, kebiasaan ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan kepribadian anak, terutama ketika anak tumbuh menjadi remaja dan dewasa.
Jika anak selalu diberi uang untuk menyelesaikan masalah atau mendapatkan apa yang diinginkan tanpa usaha, ia kehilangan kesempatan belajar tentang tanggung jawab, kesabaran, dan kerja keras.Anak menjadi terbiasa dengan jalan instan dan sulit menghadapi tantangan hidup yang nyata.
Hal senada disampaikan oleh Diana Baumrind, seorang ahli psikologi yang terkenal dengan teori pola asuh. Dalam bukunya “Parenting Styles and Adolescent Development”, Baumrind menjelaskan bahwa pola asuh permisif, termasuk memanjakan anak secara finansial, dapat membuat anak kurang disiplin, kurang mandiri, dan sulit mengontrol diri.
Anak cenderung tumbuh dengan sikap bergantung pada orang tua, bahkan hingga dewasa dan juga berisiko memiliki nilai hidup yang keliru,mereka akan menilai kebahagiaan dan kesuksesan hanya dari materi.
Hal ini diperkuat oleh pendapat Erich Fromm dalam buku “To Have or To Be?” yang menyatakan bahwa masyarakat yang terlalu menekankan kepemilikan materi akan melahirkan individu yang rapuh secara emosional dan miskin makna hidup.Anak menjadi mudah kecewa ketika keinginannya tidak terpenuhi dan kurang mampu menghargai proses.
Dalam kehidupan sosial, anak yang terbiasa dimanja uang bisa mengalami kesulitan berempati. Karena jarang berjuang sendiri, mereka kurang peka terhadap kondisi orang lain dan cenderung bersikap egois.Ketika memasuki dunia kuliah atau kerja, sikap ini dapat menghambat hubungan sosial dan profesional.
Bentuk kasih sayang tidak selalu berarti memberi uang atau barang. Orang tua perlu mengajarkan nilai usaha, tanggung jawab, dan kesederhanaan sejak dini.Memberi uang sebaiknya disertai dengan batasan dan edukasi, agar anak belajar mengelola keuangan dan menghargai jerih payah.Dengan demikian, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan berkarakter kuat, bukan sekadar bergantung pada materi.(*/janu)

