Friday, March 20, 2026
HomeIbu dan AnakSekadar Duduk dan Makan? Ternyata Meja Makan Bisa Membentuk Karakter Anak

Sekadar Duduk dan Makan? Ternyata Meja Makan Bisa Membentuk Karakter Anak

MEDIAAKU.COM – Membentuk kebiasaan makan bersama di meja makan pada anak adalah langkah sederhana yang berdampak besar bagi perkembangan mereka. Di tengah kesibukan orang tua dan penggunaan gawai yang semakin meningkat, tradisi makan bersama mulai jarang dilakukan.

Padahal, kegiatan ini bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga membangun hubungan emosional dan membentuk karakter anak.Makan bersama membantu anak belajar disiplin dan tanggung jawab. Anak diajarkan untuk duduk dengan rapi, menunggu anggota keluarga lain, serta menghabiskan makanan dengan sikap yang baik.

Kebiasaan ini melatih kesabaran dan rasa hormat. Selain itu, suasana makan bersama menjadi waktu yang tepat untuk berbagi cerita tentang kegiatan sehari-hari. Anak merasa didengar dan dihargai, sehingga kedekatan dengan orang tua semakin kuat.

Ahli gizi keluarga, Ellyn Satter, dalam bukunya “Child of Mine: Feeding with Love and Good Sense”, menjelaskan bahwa pola makan yang teratur dalam suasana positif membantu anak memiliki hubungan yang sehat dengan makanan. Anak yang terbiasa makan bersama keluarga cenderung memiliki pola makan lebih baik dan risiko gangguan makan yang lebih rendah.

Sementara itu, psikolog perkembangan Diana Baumrind menekankan pentingnya pola asuh yang hangat namun tegas. Makan bersama dapat menjadi salah satu bentuk penerapan pola asuh tersebut karena orang tua hadir, memberi contoh, dan membimbing secara langsung.

Selain manfaat emosional, makan bersama juga mendukung perkembangan bahasa dan sosial anak. Percakapan ringan di meja makan memperkaya kosakata dan melatih anak menyampaikan pendapat dengan sopan. Anak juga belajar aturan sosial sederhana, seperti bergiliran berbicara dan mengucapkan terima kasih.

Untuk membentuk kebiasaan ini, orang tua dapat memulai dari langkah kecil. Tentukan waktu makan yang konsisten, meskipun hanya sekali sehari. Matikan televisi dan simpan gawai agar perhatian terfokus pada kebersamaan.

Libatkan anak dalam menyiapkan meja makan agar mereka merasa memiliki peran. Yang terpenting, ciptakan suasana hangat tanpa memarahi atau mengkritik berlebihan saat makan berlangsung.Kebiasaan makan bersama tidak harus mewah atau lama. Yang dibutuhkan adalah kehadiran dan perhatian. Konsistensi lebih penting daripada kesempurnaan.

Dengan membangun rutinitas sederhana ini, orang tua sedang menanamkan nilai kebersamaan, rasa syukur, dan komunikasi yang sehat.Keluarga yang meluangkan waktu untuk makan bersama sedang membangun fondasi kasih sayang yang kuat. Dari meja makan yang sederhana, tumbuh anak-anak yang merasa dicintai, dihargai, dan memiliki kebiasaan hidup yang baik.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular