Friday, January 9, 2026
HomeSejarah & BudayaSiapa Sebenarnya Louis Pasteur? Mengungkap Kisah di Balik Penemu Besar Dunia

Siapa Sebenarnya Louis Pasteur? Mengungkap Kisah di Balik Penemu Besar Dunia

MEDIAAKU.COM – Louis Pasteur adalah seorang ilmuwan Prancis yang lahir 27 Desember 1822 di Dole, Prancis, dan wafat 28 September 1895. 

Meskipun semasa kecil nilainya biasa-biasa saja, kecintaan Pasteur terhadap sains dan kerja kerasnya kemudian membawanya meraih gelar doktor pada 1847 dan memulai perjalanan panjang yang mengubah wajah ilmu pengetahuan dan dunia kesehatan.

Dalam buku “Louis Pasteur” oleh P. Debré dan E. Forster,mengulas kehidupan dan seluruh spektrum penemuan ilmiah Pasteur, menempatkan karyanya dalam konteks sosial dan politik pada masanya.

Pasteur membuat langkah besar ketika ia meneliti sifat kristal tartrat dari penelitian ini ia menemukan bahwa struktur molekuler dapat bersifat “asimetris,” yang kemudian menjadi dasar dalam bidang kimia struktural atau stereokimia. 

Namun, karya terobosannya muncul ketika ia mempelajari fermentasi. Di tengah banyak ilmuwan yang percaya bahwa fermentasi terjadi secara kimiawi atau secara spontan, Pasteur membuktikan bahwa proses fermentasi disebabkan oleh mikroorganisme.

Dari penemuan itu lahirlah metode yang sangat berdampak, yaitu “Pasteurisasi”  proses pemanasan susu, anggur, bir, dan minuman lainnya untuk mematikan mikroba yang menyebabkan kerusakan atau penyakit. Metode ini kemudian menyelamatkan industri pangan dan kesehatan masyarakat.

Lebih jauh dari fermentasi, Pasteur memperluas penelitian ke bidang penyakit menular. Ia menegakkan teorii kuman penyakit (germ theory of disease) yaitu teori ilmiah yang menyatakan bahwa penyakit menular tertentu disebabkan oleh mikroorganisme parasit, seperti bakteri, virus, atau jamur, yang menyerang inang dari luar.

Dalam waktu berikutnya, Pasteur mengaplikasikan teori itu untuk mengembangkan vaksin. Ia menciptakan vaksin untuk kolera ayam (fowl cholera), antraks, dan yang paling dikenal: vaksin Rabies. Eksperimen vaksin antraks yang dilakukan pada 1881 di Pouilly-le-Fort membuktikan kekebalan yang nyata pada hewan yang disuntik. 

Sementara vaksin rabies, yang diberikan pertama kali kepada seorang anak laki-laki pada 1885, membuka era baru dalam pengobatan preventif terhadap penyakit menular.

Menurut para ahli sejarah sains, sumbangan Pasteur sangat fundamental, tak hanya bagi ilmu mikrobiologi dan kedokteran, tetapi juga bagi industri makanan dan kesehatan masyarakat secara global.

Pesan dari kisah Louis Pasteur adalah bahwa ketekunan, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk mempertanyakan pandangan umum dapat mengantarkan kita pada penemuan yang berguna bagi banyak orang.

Dari seorang mahasiswa “biasa saja”, Pasteur menunjukkan bahwa kemauan belajar dan kerja keras bisa meruntuhkan batas keilmuan lama dan membuka jalan bagi kemajuan dunia.

Dedikasinya mengingatkan kita bahwa sains bukan sekadar pengetahuan, tapi sebuah bentuk pelayanan dan tanggung jawab terhadap sesama yang memberi harapan lewat kesehatan, keselamatan, dan kemajuan bersama.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular