Saturday, January 10, 2026
HomeSejarah & BudayaSiapa Sebenarnya Menciptakan Permainan Basket? Fakta yang Jarang Dibahas

Siapa Sebenarnya Menciptakan Permainan Basket? Fakta yang Jarang Dibahas

MEDIAAKU.COM – Permainan bola basket lahir pada Desember 1891 ketika Dr. James Naismith, seorang instruktur pendidikan jasmani di Springfield College, Massachusetts, diminta menciptakan olahraga baru yang bisa dimainkan di dalam ruangan saat musim dingin.

Naismith ingin permainan yang aman, aktif, dan bisa melatih kerja sama tanpa benturan fisik yang keras seperti sepak bola Amerika. Dari kebutuhan sederhana itu, ia menulis 13 aturan dasar dan menggantung dua keranjang buah persik di dinding sebagai gawang. Bola yang dipakai pun awalnya bola sepak biasa.Siapa sangka, permainan sederhana itu berubah menjadi olahraga global yang dicintai jutaan orang.

Sejarawan olahraga bernama Robert W. Peterson menjelaskan bahwa kejeniusan Naismith terletak pada kemampuannya menyederhanakan konsep permainan sehingga semua orang bisa memainkannya tanpa kehilangan aspek kompetitif.

Pendapat ini sejalan dengan pandangan John K. McCallum dalam bukunya “The Story of Basketball”, yang menegaskan bahwa keberhasilan basket bukan hanya karena aturan yang mudah dipahami, tetapi juga karena sifatnya yang mengutamakan strategi dan kecerdasan bermain, bukan sekadar kekuatan fisik.

Para ahli sepakat bahwa kehati-hatian Naismith dalam merancang aturan membuat basket menjadi olahraga yang inklusif sejak awal.Pada awalnya Naismith sendiri,tidak pernah membayangkan ciptaannya akan menjadi olahraga internasional. Ia hanya ingin murid-muridnya tetap aktif tanpa berkelahi.

Namun, popularitas basket menyebar cepat melalui YMCA ke berbagai negara, termasuk Kanada, Jepang, Filipina, dan akhirnya seluruh dunia. Pada 1936, basket resmi dimainkan dalam Olimpiade Berlin, sebuah tonggak penting yang menunjukkan bahwa olahraga ini telah berkembang jauh melampaui ruang senam tempat ia diciptakan.

Di Indonesia, basket mulai dikenal pada awal abad ke-20 melalui sekolah-sekolah dan komunitas Tionghoa. Perkembangannya semakin pesat setelah berdirinya organisasi-organisasi basket lokal serta liga-liga mahasiswa yang turut memperkenalkan olahraga ini kepada remaja. Kini, basket bukan hanya olahraga kompetitif, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan budaya populer anak muda.

James Naismith tidak berniat menciptakan sesuatu yang besar tapi ia hanya ingin membantu muridnya. Dari tindakan kecil itu, lahir olahraga yang mendidik, mempersatukan, dan menginspirasi jutaan orang. Dari sini kita belajar bahwa inovasi tidak selalu lahir dari ambisi besar, tetapi dari kepedulian terhadap masalah kecil di sekitar kita.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular