MEDIAAKU.COM – Banyak orang tua sering tidak menyadari bahwa hal-hal kecil yang dilakukan anak setiap hari seperti cara mereka bermain, bertanya, atau mengekspresikan diri sebenarnya dapat menjadi petunjuk awal dari bakat alaminya.
Menurut Jean Piaget, bakat anak bukanlah bawaan tetap, melainkan potensi kecerdasan yang berkembang melalui interaksi aktif dengan lingkungan
Berikut beberapa cara untuk mengetahui tanda tanda bakat anak sejak dini yang direkomendasikan para ahli dan penulis buku parenting/psikologi:
1.Amati minat dan antusiasme anak
Perhatikan hal-hal yang membuat anak tampak “nyaman”, senang, dan terus ingin melakukannya. Bila anak tampak tertarik berulang-ulang dan tidak cepat bosan bisa jadi itu petunjuk bakat.
2.Perhatikan kecenderungan alami dalam belajar atau beraktivitas
Anak berbakat mungkin lebih cepat belajar hal baru, mudah menangkap, atau menunjukkan kepekaan khusus (misalnya seni, musik, logika, kreativitas, ketangkasan fisik, dsb.).
3.Berikan berbagai kesempatan eksplorasi aktivitas
Kenalkan anak ke banyak kegiatan: seni, olahraga, sains, musik, sosial, dsb. Dengan memberi ruang bereksplorasi, orang tua bisa melihat kecenderungan mana yang paling disukai dan mudah dilakukan anak.
4.Gunakan metode observasi jangka panjang + komunikasi
Bakat mungkin tidak langsung terlihat. Amati pola minat dan kemampuan anak dari waktu ke waktu, dan ajak ia bicara, apa yang membuatnya senang, apa yang ia rasakan saat melakukan sesuatu, apa impiannya. Komunikasi membantu memahami motivasi dan kecenderungan anak.
Jika memungkinkan, lakukan asesmen tes bakat dan minat sebagai panduan awal untuk mengidentifikasi kecenderungan anak secara lebih sistematis.
Tes seperti ini bisa membantu memetakan potensi akademik maupun non-akademik namun hasil tes sebaiknya dipadukan dengan observasi dan dialog, bukan dijadikan satu-satunya patokan.
Beberapa manfaat jika orang tua atau guru mengetahui Bakat Anak Sejak Dini adalah :
-Membantu anak mengenali kemampuan diri sendiri sehingga mereka bisa mengembangkan potensi dengan percaya diri.
-Membuka peluang bagi anak untuk mengeksplorasi minat sebelum terlanjur dipaksa ke jalur yang kurang cocok.
-Membantu orang tua / pendidik memberikan dukungan, lingkungan, dan kesempatan yang sesuai dan bukan memaksakan keinginan orang tua.
Setiap anak itu memiliki kelebihan dan potensi yang berbeda. Alih-alih memaksakan anak mengikuti jalur orang tua atau harapan umum, yang terbaik adalah mendampingi mereka: memberi ruang eksplorasi, memperhatikan apa yang benar-benar mereka sukai, dan menghargai proses mengenali diri mereka sendiri.
Dengan begitu, anak tidak hanya tumbuh pintar, tapi juga bahagia, percaya diri, dan menemukan jalan hidup yang sesuai dengan jati dirinya.(*/janu)

