MEDIAAKU.COM – Kecemasan orang tua terhadap masa depan anak merupakan hal yang wajar dan sering terjadi. Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya memiliki kehidupan yang baik, pendidikan yang tinggi, pekerjaan yang layak, serta masa depan yang aman dan bahagia.
Perasaan khawatir ini biasanya muncul seiring bertambahnya usia anak dan semakin besarnya tuntutan hidup di masyarakat.Menurut Hurlock dalam buku “Psikologi Perkembangan”, orang tua memiliki peran penting dalam mengarahkan dan membimbing anak agar mampu menghadapi tugas-tugas perkembangan di setiap tahap kehidupan.
Namun, keinginan untuk memberikan yang terbaik sering kali berubah menjadi kecemasan berlebihan. Orang tua mulai membandingkan anaknya dengan anak lain, khawatir jika anak tertinggal dalam prestasi akademik, atau takut anak tidak berhasil di masa depan.
Kecemasan ini juga dipengaruhi oleh kondisi sosial dan ekonomi. Persaingan kerja yang ketat, biaya pendidikan yang tinggi, serta perubahan zaman yang cepat membuat orang tua merasa masa depan anak penuh ketidakpastian.
Kekhawatiran orang tua sering muncul karena rasa tanggung jawab yang besar terhadap keberhasilan anak. Orang tua merasa keberhasilan anak adalah cerminan dari keberhasilan mereka dalam mendidik.
Namun, kecemasan yang berlebihan dapat berdampak negatif. Anak bisa merasa tertekan, kurang percaya diri, dan takut mengambil keputusan sendiri. Alih-alih berkembang, anak justru menjadi bergantung pada orang tua dan ragu terhadap kemampuannya.
Pada dasarnya tiap anak membutuhkan dukungan emosional dan kepercayaan dari orang tua agar mampu tumbuh menjadi individu yang mandiri dan tangguh.Oleh karena itu, orang tua perlu mengelola kecemasannya dengan bijak. Memberikan arahan memang penting, tetapi harus disertai dengan kepercayaan terhadap potensi anak.
Setiap anak memiliki kemampuan, minat, dan jalan hidup yang berbeda. Tugas orang tua bukan menentukan seluruh masa depan anak, melainkan menemani, mendukung, dan membimbing anak dalam proses menemukan jati dirinya.
Masa depan anak tidak hanya ditentukan oleh rencana orang tua, tetapi juga oleh proses belajar, pengalaman, dan usaha anak itu sendiri. Dengan komunikasi yang baik, kepercayaan, dan kasih sayang, orang tua dapat membantu anak menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri dan penuh harapan.(*/janu)

