MEDIAAKU.COM – Upaya mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis di kawasan timur Indonesia terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang resmi diluncurkan belum lama ini.
Melansir laman Kemdiktisaintek, Kamis (5/3/2026) Peresmian program tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Khairul Munadi, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas M.T. Mopili, serta Rektor UNG Eduart Wolok. Kegiatan ini juga disaksikan sivitas akademika dan berbagai pemangku kepentingan daerah.
Khairul Munadi menyampaikan apresiasi atas kesiapan UNG dalam menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis.Menurutnya, pembukaan program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan spesialis sekaligus mendukung pemerataan layanan kesehatan di berbagai daerah, khususnya wilayah timur Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya menargetkan pembukaan 148 program pendidikan dokter spesialis di 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia. Namun, realisasinya telah melampaui target dengan terbentuknya 160 program studi spesialis, termasuk yang baru dibuka di UNG dan Universitas Sam Ratulangi.
Sementara itu, Rektor UNG Eduart Wolok menilai pembukaan program tersebut sebagai pencapaian penting bagi institusi yang dipimpinnya. Ia mengungkapkan bahwa sebagai salah satu fakultas kedokteran yang masih relatif muda, kepercayaan untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh sivitas akademika.
Menurut Eduart, kehadiran program spesialis anestesiologi dan terapi intensif sangat dibutuhkan untuk mendukung layanan kesehatan di Gorontalo dan kawasan Teluk Tomini. Selama ini, akses pendidikan dokter spesialis di wilayah timur Indonesia masih terbatas karena jumlah institusi penyelenggara yang tidak banyak, seperti di Universitas Hasanuddin dan Universitas Sam Ratulangi.
Dengan adanya program ini, diharapkan kebutuhan dokter spesialis di daerah dapat terpenuhi lebih cepat. Selain itu, pembukaan PPDS di UNG juga membuka peluang pengembangan program spesialis lain di masa depan.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail turut menyampaikan apresiasi kepada Kemdiktisaintek atas dukungannya dalam pengembangan pendidikan tinggi di daerah. Ia menilai langkah tersebut menjadi dorongan penting bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Gorontalo, lanjutnya, siap mendukung penguatan Fakultas Kedokteran UNG, termasuk melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi serta melibatkan sektor swasta guna menjaga kualitas dan keberlanjutan program pendidikan dokter spesialis.
Acara peluncuran ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, Wakil Bupati Pohuwato Iwan Adam, perwakilan fakultas kedokteran mitra, serta pejabat dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun daring.
Dengan hadirnya Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, UNG diharapkan semakin berperan dalam mencetak tenaga kesehatan berkualitas sekaligus menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan di kawasan timur Indonesia. Program ini juga diharapkan memberi kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas serta pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat Gorontalo dan sekitarnya.(*/Stephany)

