MEDIAAKU.COM – Orang dengan kecenderungan manipulatif umumnya piawai memainkan kata-kata demi memengaruhi pikiran dan perasaan orang lain. Lewat komunikasi yang tampak meyakinkan, mereka berusaha mengendalikan situasi agar sesuai dengan keinginannya.
Dalam banyak kasus, perilaku ini berkembang menjadi gaslighting, yaitu kondisi ketika korban mulai meragukan ingatan, penilaian, bahkan kewarasan dirinya sendiri akibat fakta yang terus dipelintir.
Menurut Dr. Deborah Vinall, Psy.D., LMFT, Kepala Bagian Psikologi di Recovered.org, manipulasi bukan terjadi secara kebetulan. Ia menjelaskan bahwa manipulator secara sadar menggunakan strategi tertentu untuk membentuk cara seseorang memahami situasi dan emosinya, tanpa mempertimbangkan dampak psikologis yang ditimbulkan.
Menariknya, ucapan orang manipulatif kerap mengikuti pola tertentu. Berikut beberapa kalimat yang sering digunakan untuk menekan dan mengontrol orang lain.
1.“Kamu Terlalu Berlebihan”
Kalimat ini sering muncul dalam hubungan yang tidak sehat. Ketika seseorang menyampaikan perasaan marah atau kecewa yang sebenarnya beralasan, manipulator justru meremehkannya dengan menyebut reaksi tersebut berlebihan atau terlalu sensitif. Mengutip YourTango, ungkapan semacam ini bertujuan membuat korban merasa bersalah dan mempertanyakan emosinya sendiri, sehingga termasuk bentuk gaslighting.
2.“Jadi, Kamu Menganggap Aku Pembohong?”
Alih-alih menjawab tuduhan dengan jujur, manipulator kerap memutar arah pembicaraan. Mereka menggiring situasi agar terlihat sebagai pihak yang disakiti, sehingga fokus beralih dari kebohongan yang dilakukan ke perasaan mereka. Cara ini efektif untuk menghindari tanggung jawab sekaligus meredam kecurigaan orang lain.
3.“Kalau Kamu Benar-benar Sayang, Kamu Pasti Mau…”
Ucapan ini terdengar emosional, namun sebenarnya berbahaya. Psikolog Gina Radice-Vella, Psy.D., menjelaskan bahwa mengaitkan permintaan dengan nilai emosional tinggi seperti cinta adalah taktik untuk menimbulkan rasa bersalah. Target akhirnya merasa bimbang dan mempertanyakan ketulusan perasaannya sendiri jika menolak permintaan tersebut.
4.“Setelah Semua yang Aku Lakukan untukmu…”
Kalimat ini digunakan untuk menciptakan rasa utang budi. Dr. Vinall menyebutkan bahwa ucapan tersebut membuat korban merasa memiliki kewajiban untuk menuruti keinginan pelaku. Ini menandakan bahwa kebaikan yang pernah dilakukan tidak sepenuhnya tulus, melainkan dijadikan alat untuk menekan orang lain di kemudian hari.
5.“Aku Pikir Kamu Bisa Selalu Mendukungku”
Sekilas terdengar positif, namun kalimat ini dapat menjadi jebakan emosional. Manipulator menanamkan ekspektasi bahwa kamu harus selalu berada di pihaknya, apa pun yang terjadi. Dengan cara ini, mereka menggoyahkan prinsip dan batasanmu, bahkan ketika kamu sebenarnya tidak setuju dengan sikap atau tindakan yang dilakukan.
Mengenali pola bahasa orang manipulatif merupakan langkah awal untuk melindungi diri. Kalimat-kalimat tersebut sering kali terdengar biasa, namun menyimpan maksud tersembunyi untuk menekan emosi dan mengendalikan keputusan orang lain.
Dengan lebih waspada, kamu bisa menjaga kesehatan mental dan membangun hubungan yang lebih sehat serta saling menghargai.(*/Stephany)

