Saturday, January 24, 2026
HomeEkonomi‎Kementerian Ekraf Buka Peluang Kolaborasi Global dengan JCI Batavia

‎Kementerian Ekraf Buka Peluang Kolaborasi Global dengan JCI Batavia

MEDIAAKU.COM – Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menyambut positif inisiatif Junior Chamber International (JCI) Batavia untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan industri kreatif nasional.

Kolaborasi ini dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pelaku ekonomi kreatif Indonesia agar mampu menembus pasar internasional melalui penguatan jaringan global serta peningkatan kapasitas usaha.

‎Melansir laman Kemenekraf, Sabtu (24/1/2026) Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mempersiapkan industri kreatif agar tidak hanya tangguh di dalam negeri, tetapi juga kompetitif di tingkat dunia. Hal tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, penguatan model bisnis, hingga perluasan akses jejaring internasional. Pernyataan ini disampaikan saat menerima audiensi JCI Batavia di Autograph Tower, Jakarta.

‎JCI Batavia sendiri merupakan bagian dari jaringan global Junior Chamber International yang mewadahi wirausaha muda dan profesional berusia 18 hingga 40 tahun. Organisasi ini berfokus pada pemberdayaan anggotanya untuk menciptakan dampak positif melalui kolaborasi, kepemimpinan, dan kegiatan bisnis. Visi tersebut sejalan dengan peran

‎Kementerian Ekraf sebagai penghubung strategis antara pelaku industri kreatif, pasar global, dan mitra internasional.

‎Dalam pemaparannya, Menteri Ekraf menjelaskan bahwa upaya membawa industri kreatif ke pasar global dilakukan melalui pembangunan ekosistem yang saling terintegrasi. Langkah tersebut meliputi penguatan sumber daya manusia, fasilitasi promosi ke mancanegara, hingga pembukaan peluang kolaborasi lintas negara.

‎Menurutnya, kemitraan dengan organisasi internasional seperti JCI Batavia penting untuk memperluas jaringan, mempercepat alih pengetahuan, serta membuka akses investasi dan kemitraan strategis.

‎Pada kesempatan yang sama, Teuku Riefky juga mengungkapkan arah kebijakan ekonomi kreatif tahun 2026 yang bertumpu pada empat pilar utama, yaitu peningkatan investasi, penguatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan percepatan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan daya saing industri kreatif melalui kemudahan berinvestasi, pengembangan produk berorientasi ekspor, serta penciptaan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.

‎Ia menambahkan, ke depan pemerintah akan mendorong investasi yang lebih tepat sasaran di sektor kreatif, memperluas akses pasar global, serta memastikan sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dengan kontribusi nyata terhadap PDB nasional, ekonomi kreatif diharapkan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

‎Sementara itu, Local President JCI Batavia, Allana Abdullah, menilai peluang industri kreatif Indonesia untuk bersaing di pasar global saat ini sangat terbuka. Dominasi generasi muda dalam sektor ini menjadi keunggulan tersendiri karena mampu menghadirkan inovasi yang adaptif terhadap perkembangan global.

‎Allana juga menyampaikan harapannya agar JCI Batavia dapat berkolaborasi lebih erat dengan Kementerian Ekraf dan para pelaku ekonomi kreatif. Melalui pelatihan bisnis serta penguatan ekosistem, ia optimistis kolaborasi ini dapat membantu pelaku kreatif Indonesia melangkah ke panggung internasional.

Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, serta jajaran pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Ekraf.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular