MEDIAAKU.COM – Kawasan Menteng Tenggulun di Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, yang selama ini identik dengan permukiman padat dan kesenjangan sosial, mulai menunjukkan wajah baru.
Melansir laman KemenPKP, Kamis (29/1/2026) Wilayah tersebut tengah diarahkan menjadi kawasan produktif berbasis ekonomi masyarakat melalui penataan terpadu dan kolaborasi lintas sektor. Transformasi ini ditandai dengan kunjungan langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait untuk meninjau perkembangan penataan kawasan.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Wali Kota Jakarta Pusat, jajaran pimpinan BUMN seperti PNM dan SMF, serta perwakilan 10 Banker Perempuan yang terlibat dalam pembinaan usaha warga.
Data menunjukkan Kelurahan Menteng merupakan salah satu wilayah dengan tingkat ketimpangan sosial tertinggi di Jakarta Pusat. Sekitar 26 ribu penduduk tercatat sebagai warga kurang mampu, sementara sekitar 3 ribu lainnya tergolong masyarakat dengan tingkat ekonomi sangat tinggi.
Kondisi ini menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak cukup hanya fokus pada perbaikan bangunan, melainkan harus dibarengi dengan penguatan ekonomi warga agar perubahan dapat berlangsung berkelanjutan.
Melalui kerja sama berbagai pihak, Menteng Tenggulun dikembangkan sebagai sentra kuliner rakyat yang tertata dan layak. Penataan dilakukan secara menyeluruh, mencakup perbaikan lingkungan hunian, pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyediaan akses dan fasilitas penunjang kawasan.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa keberhasilan program ini bertumpu pada semangat gotong royong. Sinergi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, asosiasi profesi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan perubahan nyata di lapangan. Seluruh program penataan pun dilaksanakan tanpa menggunakan anggaran APBN, melainkan melalui kontribusi bersama dari berbagai pihak.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian PKP melakukan intervensi berupa renovasi rumah warga. Sementara itu, PNM dan SMF mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan, pendampingan, serta pelatihan usaha, khususnya bagi ibu-ibu penerima Program PNM Mekar. Sebanyak 23 pelaku UMKM kuliner juga akan mendapatkan pembinaan langsung dari para Banker Perempuan untuk meningkatkan kualitas produk, pengelolaan usaha, dan daya saing.
Dari sisi infrastruktur, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembenahan jalan lingkungan, trotoar, saluran air, MCK, hingga kawasan bantaran kali. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) turut berkontribusi dengan menyiapkan desain kawasan, termasuk rancangan sekitar 50 rumah dan kios yang akan ditata pada tahap lanjutan guna mendukung aktivitas ekonomi serta potensi wisata kuliner.
Menurut Menteri PKP, aksesibilitas kawasan memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian warga. Jalan yang mudah dilalui, pengaturan parkir, hingga kelancaran mobilitas dinilai dapat membuka peluang pemberdayaan bagi generasi muda di sekitar kawasan.
Selain penataan fisik dan ekonomi, pengelolaan sampah juga menjadi bagian dari konsep pengembangan kawasan. Warga akan dibina untuk mengolah sampah agar memiliki nilai tambah ekonomi melalui kerja sama PNM dengan Bank Sampah RW setempat.
Sebagai langkah awal, Kementerian PKP telah merenovasi dua rumah warga di Menteng Tenggulun. Program ini akan berlanjut dengan renovasi sekitar 52 rumah lainnya, penataan kawasan secara menyeluruh, serta pengembangan UMKM kuliner berbasis masyarakat.
Dengan pendekatan kolaboratif dan terpadu, Menteng Tenggulun diharapkan mampu bertransformasi dari kawasan kumuh dan terpinggirkan menjadi sentra kuliner rakyat yang tertata, produktif, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*/Stephany)

