Tuesday, August 4, 2026
HomeEkonomiNTP Juli 2026 Naik, Daya Beli dan Kesejahteraan Petani Terus Menguat

NTP Juli 2026 Naik, Daya Beli dan Kesejahteraan Petani Terus Menguat

MEDIAAKU.COM – Kesejahteraan petani Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juli 2026 mencapai 127,84, meningkat 0,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini menandakan daya beli petani tetap terjaga karena penurunan biaya yang mereka keluarkan lebih besar dibandingkan penurunan harga hasil pertanian.

Melansir laman Kementan, Selasa (4/8/2026) Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa peningkatan NTP dipengaruhi oleh turunnya Indeks Harga yang Dibayar (Ib) petani sebesar 0,25 persen, sementara Indeks Harga yang Diterima (It) hanya turun 0,10 persen. Kondisi tersebut membuat kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun biaya produksi menjadi lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya.

NTP sendiri merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani. Semakin tinggi nilai NTP, semakin baik pula kemampuan petani dalam menukar hasil produksinya dengan barang dan jasa yang dibutuhkan.

Peningkatan NTP nasional pada Juli 2026 didorong oleh membaiknya sejumlah subsektor pertanian. Subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,67 persen, disusul subsektor tanaman pangan yang naik 1,32 persen. Pada tanaman pangan, peningkatan dipengaruhi oleh menguatnya harga padi dan palawija, sedangkan di sektor perkebunan rakyat didukung kenaikan harga kakao dan kelapa sawit.

Secara kumulatif, performa sektor pertanian sepanjang Januari hingga Juli 2026 juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Rata-rata NTP nasional tercatat 126,13, meningkat 2,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, 26 dari 38 provinsi mengalami kenaikan NTP pada Juli 2026, dengan Sulawesi Tenggara mencatat peningkatan tertinggi sebesar 8,89 persen.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai program strategis yang terus dijalankan pemerintah. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari perluasan areal tanam, optimalisasi lahan, rehabilitasi dan normalisasi jaringan irigasi, penyediaan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan pendampingan bagi petani di berbagai sentra produksi.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memastikan produk pertanian memiliki nilai ekonomi yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.

Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat program peningkatan produktivitas, menekan biaya usaha tani, memperluas penyerapan hasil panen, serta menjaga stabilitas harga komoditas guna mempertahankan tren peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular