Tuesday, February 3, 2026
HomeKesehatanDeteksi Dini Gangguan Penglihatan Jadi Fokus Kemenkes Lewat Cek Kesehatan Gratis

Deteksi Dini Gangguan Penglihatan Jadi Fokus Kemenkes Lewat Cek Kesehatan Gratis

‎MEDIAAKU.COM – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan layanan kesehatan mata nasional dengan menyelenggarakan kegiatan Launching of Improved Access to Eye Health in Indonesia yang dirangkaikan dengan acara skrining penglihatan.

Melansir laman Kemenkes, Selasa (3/2/2026) Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas jangkauan layanan mata sekaligus menekan angka gangguan penglihatan yang masih cukup tinggi di Tanah Air.

‎Program ini menjadi semakin penting mengingat jutaan anak Indonesia masih mengalami gangguan refraksi yang belum tertangani dengan baik. Kondisi tersebut berisiko menghambat proses belajar, perkembangan, serta kualitas hidup anak jika tidak ditangani sejak dini.

‎Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, menekankan bahwa upaya deteksi gangguan penglihatan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Salah satunya melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diintegrasikan sebagai sarana skrining kesehatan mata bagi masyarakat luas.

‎Sepanjang tahun 2025, Kemenkes telah melaksanakan pemeriksaan kesehatan mata terhadap sekitar 55 juta penduduk berusia di atas tujuh tahun. Dari hasil tersebut, sekitar 17 persen diketahui mengalami gangguan penglihatan. Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan cakupan pemeriksaan yang jauh lebih besar.

‎Pada tahun 2026, melalui Program Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes menargetkan skrining kesehatan bagi sekitar 140 juta penduduk Indonesia, mulai dari bayi, anak-anak, hingga kelompok lanjut usia. Target ini diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus gangguan penglihatan sejak dini.

‎Penguatan layanan kesehatan mata nasional juga mendapat dukungan dari World Health Organization (WHO) melalui inisiatif global SPECS 2030. Program ini bertujuan menghapus gangguan penglihatan yang sebenarnya dapat dicegah maupun diperbaiki. WHO Indonesia mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia yang telah resmi bergabung dalam kerangka SPECS sejak Oktober 2025.

‎Selain itu, OneSight EssilorLuxottica Foundation turut menyatakan komitmennya untuk bermitra dengan Kemenkes RI. Kerja sama ini difokuskan pada perluasan akses layanan kesehatan mata, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan primer.

‎Melalui dukungan pelatihan bagi perawat agar mampu melakukan pemeriksaan dasar penglihatan, serta penyediaan pusat layanan pasien di wilayah terpencil seperti Kepulauan Seribu, program ini diharapkan mampu mewujudkan layanan kesehatan mata yang lebih inklusif, merata, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular