MEDIAAKU.COM – Berinteraksi dengan orang lain memang tidak selalu terasa menyenangkan. Terkadang perbedaan karakter, cara bicara, atau sikap seseorang justru memicu ketegangan emosional. Alih-alih merasa nyaman, kamu bisa saja merasa terkuras setelah berkomunikasi dengan mereka.
Meski begitu, menghadapi orang yang memicu stres bukan berarti kamu harus langsung menjauh. Dalam banyak situasi, yang dibutuhkan justru cara merespons yang lebih bijak agar hubungan tetap terkendali tanpa mengorbankan kesehatan mental.
Berikut beberapa pendekatan yang bisa membantu kamu menghadapi orang yang memicu stres dengan lebih sehat.
1.Mengubah Cara Pandang terhadap Situasi
Menurut Psychology Today, salah satu langkah awal yang efektif adalah melakukan reframing atau membingkai ulang persepsi. Dalam psikologi dikenal konsep reappraisal inventiveness, yaitu kemampuan menghasilkan berbagai sudut pandang untuk mengatasi masalah. Semakin banyak alternatif cara berpikir yang kamu temukan, semakin besar peluangmu melihat bahwa situasi sebenarnya masih bisa diatasi.
Bahkan membayangkan kemungkinan terburuk sekaligus menyiapkan strategi menghadapinya dapat membantu menumbuhkan rasa siap. Dengan perspektif baru, orang yang sebelumnya terasa menyulitkan bisa saja berubah menjadi peluang untuk melatih kesabaran, komunikasi, atau ketegasan diri.
2.Menentukan Batasan yang Tegas
Menetapkan batasan pribadi merupakan kunci menjaga keseimbangan emosional. Melansir The Wellness Corner menekankan bahwa batasan membantu melindungi energi dan mencegah kelelahan psikologis. Tanpa batas yang jelas, seseorang lebih mudah menyerap emosi negatif dari orang lain.
Batasan bisa diterapkan dengan cara sederhana, seperti berani menolak permintaan yang membuatmu tidak nyaman atau membatasi frekuensi interaksi dengan orang yang menguras emosi. Sikap ini bukan berarti egois, melainkan bentuk perawatan diri agar tetap stabil secara mental.
3.Menggunakan Teknik “Gray Rock”
Jika kamu berhadapan dengan individu yang manipulatif, narsisistik, atau suka mencari perhatian berlebihan, teknik Gray Rock bisa menjadi solusi. Pendekatan ini menganjurkan sikap netral dan minim reaksi saat berinteraksi.Respon singkat seperti “ya”, “baik”, atau “oh begitu” membantu menjaga jarak emosional tanpa memicu konflik.
Prinsip utamanya adalah tidak memberi respons emosional berlebihan dan tidak membagikan informasi pribadi. Dengan begitu, orang tersebut tidak mendapat “bahan bakar” emosional yang biasanya mereka cari.
Menghadapi orang yang memicu stres memang menantang, tetapi bukan situasi yang mustahil diatasi. Dengan mengubah cara pandang, menetapkan batasan, serta menerapkan strategi komunikasi yang tepat, kamu bisa tetap menjaga ketenangan tanpa harus menghindari mereka sepenuhnya. Pada akhirnya, kunci utamanya bukan mengubah orang lain, melainkan mengelola respons diri sendiri dengan lebih sehat dan sadar.(*/Stephany)

