Wednesday, February 25, 2026
HomeSejarah & BudayaPinisi dalam Sejarah: Bagaimana Kearifan Lokal Menaklukkan Samudra?

Pinisi dalam Sejarah: Bagaimana Kearifan Lokal Menaklukkan Samudra?

MEDIAAKU.COM – Perahu Pinisi merupakan salah satu warisan budaya maritim Indonesia yang berasal dari Sulawesi Selatan, khususnya dari masyarakat Bugis dan Makassar.Perahu ini dikenal sebagai kapal layar tradisional yang telah digunakan sejak ratusan tahun lalu untuk berdagang dan berlayar antar pulau bahkan hingga ke luar negeri.

Pinisi bukan hanya alat transportasi laut, tetapi juga simbol keahlian, keberanian, dan kebijaksanaan masyarakat pelaut Nusantara.Menurut sejarawan maritim Indonesia, A.B. Lapian, dalam bukunya “Orang Laut, Bajak Laut, Raja Lau”, masyarakat Bugis-Makassar telah lama dikenal sebagai pelaut ulung yang mampu menaklukkan lautan luas dengan teknologi sederhana namun efektif.

Perahu Pinisi lahir dari kebutuhan masyarakat untuk berlayar jauh dan mengangkut barang dalam jumlah besar. Bentuknya yang ramping namun kokoh membuatnya mampu menghadapi ombak besar dan angin kencang.

Pembuatan perahu Pinisi memiliki nilai budaya yang sangat kuat. Menurut antropolog Mattulada dalam buku “Kebudayaan Bugis-Makassar”, proses pembuatan Pinisi tidak hanya melibatkan keterampilan teknis, tetapi juga ritual adat dan kepercayaan lokal.

Setiap tahap pembuatan, mulai dari pemilihan kayu hingga peluncuran ke laut, dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan doa.Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Bugis-Makassar memandang laut sebagai sahabat yang harus dihormati, bukan ditaklukkan secara semena-mena.

Seiring perkembangan zaman, fungsi perahu Pinisi mengalami perubahan. Jika dahulu digunakan sebagai kapal dagang dan pelayaran jarak jauh, kini Pinisi banyak dimanfaatkan sebagai kapal wisata dan simbol budaya Indonesia di mata dunia.

UNESCO bahkan menetapkan seni pembuatan perahu Pinisi sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2017. Pengakuan ini membuktikan bahwa Pinisi memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.

Masyarakat Bugis-Makassar mengajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan, tetapi juga oleh kerja sama, kesabaran, dan rasa hormat terhadap alam.Di tengah modernisasi, generasi muda diharapkan tetap melestarikan budaya Pinisi sebagai identitas bangsa dan sumber inspirasi dalam menghadapi tantangan masa depan.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular