MEDIAAKU.COM – Wakil Menteri dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, melakukan pertemuan dengan Menteri dari Kementerian Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Jakarta untuk membahas penguatan kerja sama program Kebun Pangan Lokal Perempuan.
Melansir laman KemenPPPA, Senin (23/2/2026) Program ini dirancang sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan.
Dalam pertemuan tersebut, Veronica menjelaskan bahwa kementeriannya kini tidak hanya fokus pada penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga berperan aktif mendorong pemberdayaan perempuan berbasis keluarga serta komunitas. Salah satu pendekatan utama yang dikembangkan adalah gerakan kebun pangan lokal yang mengedepankan potensi daerah dan kearifan setempat.
Ia menegaskan bahwa rencana awal program akan diterapkan di lima kabupaten terpilih melalui kerja sama lintas sektor. Perempuan akan menjadi aktor utama, sehingga kegiatan ini bukan sekadar bercocok tanam, melainkan upaya menyeluruh untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menopang ekonomi keluarga.
Program kebun pangan tersebut sebenarnya telah berjalan di beberapa desa dan akan terus diperluas sebagai model pemberdayaan masyarakat. Ke depan, program ini ditargetkan terhubung dengan berbagai inisiatif pemerintah lain agar manfaatnya tidak hanya terasa dalam aspek pangan, tetapi juga kesehatan dan peningkatan pendapatan keluarga.
Menteri Pertanian menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. Pihaknya siap menyediakan bantuan berupa bibit, alat pertanian, pendampingan, serta dukungan teknis lain agar program dapat berjalan optimal. Ia menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada keseriusan pemerintah daerah dalam melaksanakan dan mengembangkannya.
Sebagai tahap awal, kedua kementerian sepakat menyiapkan proyek percontohan di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap ketahanan pangan keluarga, di antaranya Nusa Tenggara Timur, Solo, Purwakarta, Bone, dan Maluku Utara.
Pertemuan ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Partisipasi perempuan dalam forum perencanaan dinilai masih perlu diperkuat agar kebijakan yang dihasilkan lebih responsif terhadap kebutuhan mereka.
Melalui sinergi ini, kedua kementerian berharap gerakan Kebun Pangan Lokal Perempuan dapat menjadi contoh kerja sama lintas sektor yang mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga, memperluas peran perempuan dalam pembangunan, serta menciptakan
masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi dan sosial. Diskusi lanjutan dengan pemerintah daerah direncanakan digelar setelah Lebaran untuk memastikan kesiapan pelaksanaan program secara terpadu dan berkelanjutan.(*/Stephany)

