Wednesday, May 13, 2026
HomeSejarah & BudayaSiapa Sangka?Asal-Usul Hotpot Ternyata Berawal dari Tradisi Bertahan Hidup

Siapa Sangka?Asal-Usul Hotpot Ternyata Berawal dari Tradisi Bertahan Hidup

MEDIAAKU.COM – Hotpot adalah hidangan berkuah yang dimasak langsung di atas meja makan menggunakan panci berisi kaldu panas. Berbagai bahan seperti daging, sayuran, tahu, dan mi dimasukkan ke dalam kuah tersebut lalu disantap bersama. Meskipun kini populer di banyak negara Asia, sejarah hotpot berakar dari Tiongkok kuno.

Sejarawan kuliner menyebutkan bahwa tradisi hotpot sudah ada sejak masa Dinasti Han (206 SM–220 M). Pada masa itu, masyarakat di wilayah utara Tiongkok yang beriklim dingin memasak daging dalam kuah panas untuk menghangatkan tubuh.

Bentuk awal hotpot berkembang pesat pada masa Dinasti Tang dan semakin populer saat Dinasti Qing. Salah satu variasi yang terkenal adalah hotpot khas Chongqing yang menggunakan kuah pedas berbumbu kuat.

Menurut ahli sejarah makanan Tiongkok, K. C. Chang, dalam bukunya “Food in Chinese Culture”, makanan dalam budaya Tiongkok bukan hanya untuk mengenyangkan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan simbol kebersamaan. Hotpot menjadi contoh nyata karena dimakan bersama dalam satu meja dan satu panci.

Seiring waktu, hotpot menyebar ke berbagai wilayah Asia dan mengalami penyesuaian rasa. Di Jepang dikenal sebagai shabu-shabu dan sukiyaki, di Korea ada jeongol, dan di Asia Tenggara muncul berbagai variasi lokal. Meski berbeda bahan dan kuah, konsep dasarnya tetap sama: memasak bersama di satu panci panas.Dari sudut pandang sosial, hotpot mencerminkan budaya kebersamaan.

Dalam buku “On Food and Cooking” karya Harold McGee, dijelaskan bahwa teknik memasak dengan kuah panas memungkinkan interaksi langsung antara orang-orang yang makan bersama, sehingga mempererat hubungan sosial. Aktivitas memasak dan makan dilakukan secara bersamaan, menciptakan suasana hangat dan akrab.

Secara sederhana, hotpot bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari sejarah dan budaya yang panjang. Dari kebutuhan masyarakat menghadapi cuaca dingin hingga menjadi simbol pertemuan keluarga dan teman, hotpot menunjukkan bagaimana makanan dapat berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan makna dasarnya.

Seperti hotpot yang dinikmati bersama dalam satu panci, kehidupan juga akan terasa lebih hangat ketika dijalani dengan saling menghargai, bekerja sama, dan berbagi dengan orang lain.(*/janu)

RELATED ARTICLES

Terpopular