Sunday, March 22, 2026
HomePolitikPrabowo Soroti Perpecahan Negara Islam di Konflik Timur Tengah, Tegaskan Sikap Netral...

Prabowo Soroti Perpecahan Negara Islam di Konflik Timur Tengah, Tegaskan Sikap Netral Indonesia

MEDIAAKU.COM – Presiden Prabowo Subianto menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dinilai semakin kompleks, terutama karena adanya perbedaan sikap di antara negara-negara Islam. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi di mana negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam justru berada di pihak yang berlawanan dalam konflik yang melibatkan sesama negara Muslim.

‎Melansir CNBC Indonesia, Minggu (22/3/2026) Dalam pernyataannya, Prabowo mencontohkan posisi berbeda yang diambil oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, yang sama-sama merupakan mitra Indonesia, namun mendukung kubu berbeda dalam konflik regional. Ia menilai kondisi ini sebagai sesuatu yang memprihatinkan, terlebih karena konflik tersebut terjadi di antara negara-negara dengan latar belakang yang sama.

‎Fenomena serupa, menurutnya, juga tampak dalam konflik di Yaman dan Sudan. Situasi ini menjadi pelajaran penting bagi Indonesia agar lebih berhati-hati dalam menentukan sikap di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.

‎Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memilih pendekatan diplomasi yang menjaga hubungan baik dengan semua pihak. Dengan strategi tersebut, Indonesia diharapkan tetap dapat diterima oleh berbagai negara, termasuk Iran maupun negara-negara kawasan Teluk.

‎Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tetap berlandaskan prinsip bebas aktif dan nonblok yang telah diwariskan sejak era Soekarno hingga Soeharto. Prinsip ini juga tercermin dalam sikap tegas Indonesia yang menolak keberadaan pangkalan militer asing di wilayahnya.

‎Meski demikian, Indonesia tetap membuka peluang kerja sama internasional. Prabowo menyebut bahwa kunjungan damai maupun aktivitas pelayaran dari berbagai negara tetap diperbolehkan selama mematuhi aturan yang berlaku. Hal ini berlaku bagi negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, maupun Tiongkok.

‎Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak berniat mencampuri urusan negara lain, namun tetap terbuka terhadap investasi dan kerja sama global. Selama pihak asing menghormati hukum dan ketentuan nasional, Indonesia siap menjaga stabilitas dan keamanan kerja sama tersebut.(*/Stephany)

RELATED ARTICLES

Terpopular